Aku Mengenalmu di Kolam Renang Tirta Kembar

0
592
Tarif masuk cuma 3.000 rupiah

Sepertinya baper terus saat menemani anak-anak ke Tirta Kembar. Meski sudah berlalu hampir 20 tahunan, rasa nya seperti baru kemarin. Rindang pepohonan di jalan raya yang ramah pejalan kaki waktu itu, menjadi saksi bisu. Aku mengenalmu di sini.

Kalau mau jujur, sepertinya baper itu tak hanya berlaku bagiku. Banyak kenangan indah saat olahraga renang di sini. Gelanggang Tirta Kembar sebagai tempat renang, menjadi idola saat itu. Karena lokasinya berada di dalam kota Purwokerto. Berbeda dengan Langen Tirto di Purwosari yang lokasinya agak ke utara dan atau Tirta Kencana yang berada di jalur selatan kota.

Pelajaran renang saat SMP dan SMA, bisa dipastikan di sini. Selain berada di dalam kota, kompleks Tirta Kembar juga dilengkapi dengan rumah makan, bilyar, karaoke, dan Ding Dong (jenis permainan elektronik paling top waktu itu). Itu kondisi 20 tahunan yang lalu lho ya.

Gelanggang renang. Dok: kotapurwokerto.com

Kegiatan yang mengasyikkan

Olahraga renang selalu dinantikan. Bagi kami yang bersekolah di pinggir kota, saat SMP, jadwal renang seperti cuci mata. Mulai dari melihat anak-anak kota yang bening dan bersih, kagum dengan permainan bilyar, sampai belajar Ding Dong agar di cap anak gaul.

Tak jarang teman-teman nitip absen. Saat absensi dilakukan oleh ketua kelas, biasanya mereka hanya absen. Uang yang dibawa untuk membayar tiket masuk kolam renang, dialihgunakan untuk sewa Ding Dong. Sayangnya aku lupa berapa tarif masuk saat itu.

Untuk mencapai Tirta Kembar, biasanya kami naik angkot jurusan F1. Lalu turun di depan SMA 2 Purwokerto, lalu jalan kaki ke utara. Saat pulang, kami berjalan kaki lagi menuju Kebondalem. Berjalan kaki sambil melihat-lihat keramaian kota, bagi kami anak-anak desa, adalah hiburan. Maka tak ada kata lelah saat itu.

Lompat dari ketinggian bagi yang bernyali. Dok: kotapurwokerto.com

Memanfaatkan peluang

Saat SMA, acara renang masih di sini, Tirta Kembar. Apalagi tinggal jalan kaki. Bahkan jalan kaki ke sana menjadi acara yang mengasyikkan. Cara berpikir anak SMP dan SMA sudah jelas berbeda. Kalau saat SMP melihat yang bening dan bersih saja sudah cukup, kala SMA ingin yang lebih.

Perlu kamu tahu, gaya pacaran jaman itu masih malu-malu. Saat teman-teman menyoraki, sudah berbunga-bunga. Bergandengan dengan pacar, masih bisa menikmati sensasi deg-degan. Jalan bareng dengan teman yang disukai, serasa di awang-awang.

Bagi mereka yang masih fase pendekatan, acara ke Tirta Kembar bisa jadi momen tepat untuk nembak. Biasanya, acara nembak itu dilakukan jika sudah yakin benar akan diterima. Kalau di tolak, wah, malu nya minta ampun.

Kolam buat anak-anak. Dok: kotapurwokerto.com

Kembali di buka

Setelah lama tak beroperasi, kini kolam renang Tirta Kembar kembali di buka. Persoalan sengketa lahan sudah selesai. Pembukaan kembali Tirta Kembar dilakukan pada Kamis, 16 Maret 2017, yang lalu. Antusias masyarakat akan pembukaan kembali Tirta Kembar, begitu kentara. Hampir setiap hari libur, kolam selalu penuh.

Tapi keadaan 10 – 20 tahun yang lalu jelas berbeda. Saat itu, kolam renang Tirta Kembar terasa cukup memuaskan. Kini saat hadirnya kolam renang dengan konsep bermain seperti Taman Sari Rasa Sampang, Dream Land Ajibarang, Owabong Purbalingga, taman berenang Depo Pelita Sokaraja, dan tempat-tempat lain, Tirta Kembar mesti segera berbenah.

Kamar mandi yang ada sangat kurang saat hari libur. Antrian mandi terlalu lama. Satu-satunya kantin di dalam tidak mencukupi kebutuhan makanan pengunjung. Tempat berteduh saat menunggu anak-anak atau teman yang sedang berenang, masih perlu ditambahi. Pun masih terkesan kumuh karena terlalu lama mangkrak.

Bisa berjemur ala bule. Dok: Purwokerto Guidance

Nostalgia

Sepertinya kamu perlu ke sini lagi. Nostalgia adalah cara mudah menggugah semangat dengan mengenang kemanisan di masa lalu. Berhenti lah sejenak dari aktifitas rutin yang menjemukan. Datang lah berkunjung ke sini. Toh tarifnya murah. Cuma tiga ribu per orang. Sedang operasional buka mulai 06.00 – 18.00 WIB.

Sapukan pandangan ke setiap sudut Tirta Kembar, akan tergambar masa-masa indah remaja di sini. Serasa dejavu.

Jika memungkinkan ajak keluarga dan teman-teman semasa sekolah. Buat acara family gathering. Mari sama-sama mengenang kebersamaan saat itu. Andai keberuntungan berpihak padamu, apakah tak terketuk hati mu untuk menolong teman yang mungkin masih kesulitan. Berbicara dari hati ke hati, apa yang bisa dilakukan untuk teman kita.

Kalau sekarang kamu berdomisili di luar Purwokerto, agendakan pulang dan berkunjung ke sini. Siapa tahu kamu bisa berbisik pada anak-anak: “Dulu Bunda kenalan sama Ayah di sini”.

Salam.

Tarif masuk cuma 3.000 rupiah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here