Desa Unggulan Melek IT Versi TEMPO

0
221
Dok: tempo.co

Kamu pernah ke Dermaji? Sungguh tak asyik. Jalan menukik menurun. Mengerikan. Saat pertama kali ke sana, aku berpikir balik kanan saja. Untung keberanian yang terhimpun membuatku yakin. Akhirnya sampai juga di Desa Dermaji.

Kalau tak salah, sudah empat kali aku ke sana. Desa di wilayah kecamatan Lumbir ini, secara fisik tak jauh berbeda dengan desa-desa lain. Yang namanya desa ya begitu. Pekerjaan warga kebanyakan petani, peternak, dan pekerjaan informal lain. Tingkat kesejahteraan masyarakat masih standar desa.

Kadang aku sendiri heran, mengapa desa begini bisa terkenal. Lha wong masyarakat miskinnya juga masih banyak kok. Kualitas pendidikan masyarakat nya juga tak jauh dengan desa-desa lain, mengapa bisa Dermaji begitu terkenal.

Faktor pembeda

Tentu ada faktor lain yang membedakan. Desa yang terpencil dengan segala keterbatasannya, mampu melejitkan potensi nya. Kerja-kerja pembangunan dan pemberdayaan desa sudah dilakukan Dermaji sebelum munculnya UU Desa. Bahkan, dalam perjalanan rancangan UU Desa, Dermaji sudah menjadi salah satu rujukan pembanding bagi desa-desa lain. Tak lupa juga, Desa Melung. Keduanya berada di kabupaten Banyumas.

Faktor pembeda lain, tentu sang kepala desa, Bayu Setyo Nugroho. Menjadi kepala desa adalah amanah. Bukan sekedar mencari status atau mencari kekayaan. Mau cari kekayaan apa, lha wong cuma desa janggolan. Kemauan kerasnya mengubah wajah Dermaji membawa hasil positif.

Pendekatan kepemimpinan yang dilakukan oleh sang Kepala Desa tidak lazim. Mas Bayu mampu menterjemahkan ilmu-ilmu sosial kemasyarakat dalam praktik kepemimpinannya. Saluran-saluran komunikasi dua arah antara masyarakat dan Pemerintah Desa dioptimalkan. Benar-benar seorang expert.

Merajut mimpi

Tiap orang pasti punya mimpi. Tinggal bagaimana dia akan berupaya merealisasikannya. Pendekatan merajut mimpi dalam membangun desa, dikedepankan. Pembangunan di desa didasarkan pada mimpi-mimpi masa depan dan pemanfaatan potensi yang ada. Tidak lagi fokus pada masalah dan pemecahannya. Mereka yakin, dengan merealisasikan mimpi, semua masalah akan ikut teratasi.

Pendekatan merealisasikan mimpi memiliki dampak positif. Energi yang tercurah digunakan untuk merealisasikan mimpi. Berkutat pada pemecahan masalah, ternyata lebih banyak menguras tenaga. Padahal, saat satu masalah terselesaikan, bisa-bisa muncul masalah baru. Akhirnya, rasa lelah hati melanda.

Kebersamaan

Seperti kebanyakan masyarakat desa, orang-orang Dermaji merasa perlu bekerjasama. Kebersamaan ditunjukkan dalam berbagai hal. Pembangunan masjid Baiturrahman, dilakukan oleh segenap warga desa. Orang tua, anak-anak, laki-laki, perempuan, tumpah ruah membantu pembangunannya.

Kesadaran penuh akan ketidakmampuan diri membuat mereka butuh kebersamaan. Kebersamaan akan mempermudah urusan. Kebersamaan akan meringankan beban kerja. Kebersamaan merupakan potensi energi besar yang dimiliki orang-orang desa.

Kolaborasi

Dalam membangun desa, Dermaji melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak. Saat SDM di desa tidak mumpuni, Mas Bayu tak segan bekerjasama dengan pihak luar. Warga masyarakat Dermaji yang tinggal di luar desa pun di rangkul. Mereka yang lebih beruntung dimintai bantuan sesuai kemampuan. Sumbangsih terhadap desa tetap ada.

Kolaborasi dengan sesama pegiat desa, perguruan tinggi, LSM, pihak swasta menjadikan Dermaji lebih modern dari sisi pemikiran. Maka, pendekatan berbasis mimpi itu lah yang terasa menggairahkan. Mas Bayu dan masyarakat Desa Dermaji merasa bergairah melakukan kerja-kerja kolaborasi dengan berbagai pihak. Mereka sadar betul bahwa memajukan Dermaji membutuhkan kolaborasi antar pihak.

Desa bersuara

Aku sih masih yakin, kalau desa-desa lain tak jauh berbeda dengan Dermaji. Kegotongroyongan masih kuat. Mereka pasti bisa melakukan pekerjaan yang sama baiknya dengan Dermaji. Sayangnya tidak terlihat di mata publik.

Bersama Melung dan Mandalamekar, Dermaji menjadi sedikit desa yang mau bersuara. Mereka menyuarakan sendiri apa-apa yang terjadi di desa. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, dimanfaatkan benar. Terbentuknya opini publik terhadap Dermaji, terbentuk karena penyebarluasan informasi.

Seperti kata Napoleon Bonaparte: “jika kau berfikir kau kalah, kau benar kalah. Jika kau berfikir kau gentar, kau benar gentar. Jika kau ingin menang, tetapi berfikir kau tak bisa, hampir pasti kau takkan menang”.

Selamat buat Desa Dermaji atas penghargaan sebagai Desa Melek IT dari Tempo.

Salam.

Dok: tempo.co
Dok: tempo.co

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here