Kado Indah Sumpah Pemuda

2
208
Posisi ketiga itu alhamdulillah

Aku bersyukur. Bersyukur itu menambah kenikmatan, begitu janji-Nya. Karena syukur itu lah, peringatan Sumpah Pemuda tahun ini, aku mendapat kado indah. Dua even yang aku ikuti, Alhamdulillah, keduanya membuahkan hasil positif.

Kedua ajang kompetisi ini berkaitan dengan tulis menulis. Apalagi kedua ajang ini bisa disebut bertaraf nasional. Meski tak meraih nomor wahid, peroleh ini menjadi kebanggaan tersendiri. Kelak, anak-anak ku akan bangga sama bapaknya. Semoga.

Salah satu hikmah yang aku dapatkan dari keduanya adalah perlu semakin banyak belajar. Tak ada kata berhenti untuk belajar. Harapannya tentu agar semakin banyak ilmu, aku semakin bisa merunduk.

3 rd Writing Competition Winners dalam IFFC 2016

Tulisan tentang financial technology (fintech) mendapat posisi ketiga dari lima pemenang. Ajang IFFC (Indonesian Fintech Festival and Conference) di Indonesia Convention Exhibition Bumi Serpong Damai tanggal 29-30 Agustus 2016 kemarin, coba aku ikuti. Padahal sebelumnya, istilah fintech terdengar asing. Pengetahuan tentangnya aku dapatkan dari googling.

Aku menulis tentang penerapan fintech bagi koperasi. Koperasi sebagai soko guru ekonomi semestinya mampu mensejahterakan masyarakat. Pada kenyataannya, masyarakat masih belum sejahtera. Penyebabnya karena koperasi belum dijadikan model pembangunan ekonomi di Indonesia. Ada beberapa masalah mengapa itu terjadi.

Kehadiran fintech semestinya bisa dimanfaatkan. Pelbagai aktifitas koperasi yang berkaitan dengan fintech coba aku tuliskan. Tentu saja, karena bisnis ini relatif baru, peran pemerintah pun diperlukan. Selengkapnya, silakan baca di website ini dengan judul: ‘Penerapan Fintech untuk Koperasi Berskala Nasional”.

Menjadi salah satu pemenang diantara para ahli, tentu aku merasa beruntung. Michael Cia Han, atau yang biasa di panggil Mike, adalah seorang perencana keuangan di Panin Dai-Ichi Life. Dia layak juara menjadi nomor satu.

Lalu ada Kukuh TW, ahli IT jebolan Universitas Trisakti. Dia juga founder & CTO di ID Blog Network.

Senang pokoknya. Selamat buat kamu, Mike!

Posisi ketiga itu alhamdulillah
Posisi ketiga itu alhamdulillah

Nominator ID Website Awards untuk kategori Blog atau Situs Personal

Pengelola Nama Domain Indonesia (PANDI) pun menggelar yang hampir mirip. Kali ini PANDI mengadakan pemilihan website dengan domain .id dalam beberapa kategori. Aku mencoba ikut dalam pemilihan kategori blog atau situs personal.

Oleh karena ajang ini membutuhkan usulan dari masyarakat, maka aku coba hubungi teman-teman. Alhamdulillah mereka bersedia mengusulkan website-ku. Singkat cerita, aku masuk nominasi 3 besar.

Hasil pengumuman PANDI membuat aku merasa senang. Apalagi salah satu nominator-nya adalah Agus Mulyadi. Bersanding dengan blogger kondang nan kocak ini membuatku tersanjung. Sedang blog baru, yakni pepnews yang kemudian menjadi pemenang itu yang membuatku heran.

Selidik punya selidik, meski baru, pepnews dimiliki oleh Pepih Nugraha. Beliau wartawan Senior Kompas. Meski belum genap dua bulan, isinya sangat banyak dan variatif. Beliau sangat produktif. Jadi tambah tempat berguru nih.

Tak lupa aku mesti berterima kasih kepada teman-teman yang sudah mengusulkan website-ku. Tak bisa aku sebutkan satu persatu di sini. Aku hanya bisa mendoakan semoga Allah SWT meridhoi kita semua. Aamiin…

Sekali lagi, aku merasa bangga berada diantara kedua blogger keren itu. Terima kasih PANDI dan selamat buat Pak Pepih Nugraha!

Meski tak juara, aku tetap bersyukur dan bangga.
Meski tak juara, aku tetap bersyukur dan bangga.

Hobi yang naik turun

Urusan tulis menulis sebenarnya sudah coba aku geluti sejak masih SMA. Saat itu, aku meraih nomor dua pada lomba karya tulis di almamater ku. Sejak saat itu, semangat menulis terus menjalar. Hobi membaca ku bertambah. Aku masih ingat bahwa kemampuan menulis berhubungan erat dengan membaca.

Sayangnya semangat menulis itu naik turun. Sejak lulus SMA, tak lagi menulis, meski masih senang membaca. Semangat menulis tumbuh lagi sekitar lima tahun kemudian. Saat itu, aku sedang belajar sambil bekerja di rental komputer. Lalu senyap lagi.

Semangat menulis tumbuh sekitar tahun 2012 dulu. Saat mengikuti pelatihan TIK di Desa Melung. Apalagi sarana menulis sudah ada. Komputer dan notbuk sudah ada. Tulisan-tulisan ku pun mulai mendapat tanggapan. Diskusi-diskusi melalui sosial media menambah wawasan akan tulisan yang baik.

Aku ingat nasihat Pak Pram:

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.”

Salam.

BAGIKAN
Berita sebelumyaBersuara Memberi Keseimbangan Informasi
Berita berikutnyaGive us a chance
Suami dari seorang istri dan ayah dari tiga anak yang ingin hidup sejahtera bersama saudara, para tetangga, dan masyarakat. Sekarang masih dipercaya sebagai Ketua Badan Kerjasama Antar Desa Kec. Kebasen Kab. Banyumas Prov. Jawa Tengah. Suka membaca dan berteman.

2 KOMENTAR

  1. Hallo Mas Kikis, terima kasih atas penghormatannya, sekaligus pujiannya terhadap saya di mana personal blog yang saya miliki menjadi pemenang Website ID Awards. Benar seperti Mas Kikis bilang, keajegan dan konsistensi menulis itu kuncinya. Boleh dibilang “credo” jangan sampai satu hari blog “bolong” oleh tulisan kita harus dipegang. Menyapa pembaca setia dengan postingan minimal sehari satu tulisan saja sudah lebih dari cukup. Saya sebagai jurnalis, memang punya tenaga menulis berlebih. Karena selain passion, menulis sudah seperti napas hidup saya. Tetap semangat ya, Mas, tahun depan masih ada penghargaan serupa. Insya Allah. Salam….

    • Terima kasih sudah berkunjung, Pak Pepih Nugraha. Bagi saya, masuk menjadi nominator ID WEBSITE AWARDS sudah lebih dari cukup. Saya bangga bisa bersanding dengan Pak Pepih dan Agus Mulyadi.

      Salam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here