Kampanye Kaos atau Kaos Kampanye

8
355
Desain by TDK

Akhirnya keinginan memiliki kaos bergambar sendiri kesampaian. Mirip kayak anak kecil sih. Tapi ya biar. Lha wong ingin sih, gimana lagi. Sebenarnya tinggal sablon kaos di Pasar Wage, bisa keturutan. Desain kaos yang begini sepertinya mudah. Hanya tak yakin bisa awet. Kaos ini yakin bisa lebih tahan lama. Tengkiu ya, Ep.

Rencana kaos ini malah tak buat lebih banyak. Hanya mereka yang beruntung yang bisa mendapatkan. Kamu nggak boleh minta; tapi jangan ditolak kalau pas aku beri. Senang meminta-minta itu tanda mental miskin. Menolak orang berbuat baik pun tidak baik. Ini dalam rangka kampanye kaos, bukan kaos kampanyeโ€ฆ heheโ€ฆ.

Yang jelas, kaos ini akan diproduksi buat keluarga terlebih dulu. Hitam putih sebagai warna kesukaan akan memonopoli. Dua warna yang aku sukai. Tentu warna putih selalu dipakai sebagai atasan kala dipadukan. Biar orang bilang mirip tukang glidig, aku tetap suka keduanya.

Identitas

Desain kaos yang demikian awalnya dibuat untuk lukisan pada kayu dari Jegos Studio. Pesanan yang aku inginkan dari Budi Pulkamfest malah tak permanenkan jadi foto profil di akun facebook. Lukisan itu sendiri aku pajang di kantor. Sampai suatu saat akan aku pindahkan di rumah. Pemanfaatan kayu bekas palet yang menjadi nilai seni, menarik sekali. Aku suka kreatifitasnya.

Kalau simpan nomor whatsapp-ku, pun akan kamu temui lukisan itu. Sengaja aku permanenkan sebagai identitas. Termasuk di kaos yang ini. Bisa saja kamu temui nanti, aku selalu memakai kaos ini. Kamu pun akan kira, kalau kaos ini ringgo-ringgo (garing dienggo = kering dipakai). Padahal aku sengaja membuatnya lebih dari 4 (empat) buah. Nantinya sih.

Mengapa identitas itu perlu dipatenkan. Biar orang ingat selalu. Aku belajar dari lembaga atau produk yang sudah berpuluh-puluh tahun bertahan. Mereka selalu mengidentikkan diri dengan suatu lambang yang yang ketika orang melihatnya, langsung bisa mengenali. Identitas dengan lukisan dan warna hitam putih, akan diidentikkan.

Desain by TDK

Tokoh

Seseorang pernah bertanya pada Mba Cici. Itu yang di kaos putih, tokoh apa ya? Sontak kami tertawa. Belum jadi tokoh sudah dikira tokoh. Mba Tika kasih jawaban: Tokoh BUMDes. Apa iya lah?

Kaos bergambar seperti itu memang identik dengan ketokohan. Tak sedikit diantara kita yang memakai kaos dengan para tokoh yang diidolakan. Mengidolakan seorang tokoh yang mungkin identik dengan dirinya, itu wajar. Tentunya wajar pula dong kalau aku mengidolakan diri sendiri, meski belum menjadi tokoh. Paling tidak, diidolakan sama istri dan anak-anak. Aamiin.

Seorang penulis pernah mengatakan, jika kamu bermimpi dan berusaha menjadi orang besar, maka kamu akan sampai. Nah, aku termasuk orang-orang itu. Mimpi dan berusaha menjadi orang besar, telah, sedang, dan akan aku lakukan. Entah dalam hal apa. Yang jelas, bukan besar kepala, besar hutang, apalagi besar nafsu. Jauh-jauh deh.

Kampanye

Pembuatan kaos yang berbarengan dengan hiruk pikuk menjelang pemilu, di kira lagi kampanye. Padahal kampanye bukan monopoli pilkada(l). Mereka yang berjualan pun pada dasarnya sedang kampanye dagangannya. Aku pun sedang kampanye kaos. Kampanye kaos ini bagus. Percaya diri dan menjadi diri sendiri itu penting. Andai suatu saat kampanye itu perlu dilakukan, aku sudah merintisnya mulai sekarang.

Pemberian kaos saat kampanye, menurutku bagus. Daripada memasang baliho berjajar dan menempel di pohon-pohon. Baliho bekas itu hanya jadi sampah. Apalagi yang menempel dan dipakukan di pohon, malah merusak. Baliho besar pun pasti berlubang-lubang. Andai masih utuh, tentu tak kuat menahan angin. Padahal andai masih untuk, bisa dimanfaatkan untuk pelihara ikan pakai terpal. Atau jadi pelindung kandang ayam.

Nah, buat kamu yang sedang ikut-ikutan kampanye, berikan kaos saja. Tapi tolong sedikit diperbaiki kualitas bahannya. Jangan seperti saringan ampas. Kualitasmu kan berbanding lurus dengan apa yang kamu berikan. Kalau ingin didukung, baiknya berikan yang terbaik. Termasuk bahan kaos yang bagus.

Sepakat?

Kampanye kaos
BAGIKAN
Berita sebelumyaJangan Menunggu Sempurna
Berita berikutnyaSadar Diri
Suami dari seorang istri dan ayah dari tiga anak yang ingin hidup sejahtera bersama saudara, para tetangga, dan masyarakat. Sekarang masih dipercaya sebagai Ketua Badan Kerjasama Antar Desa Kec. Kebasen Kab. Banyumas Prov. Jawa Tengah. Suka membaca dan berteman.

8 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here