Kampanye Pertanian Alami

0
248
Kades Mandirancan sedang demo.

Mandirancan (30/09/2016) Kades Mandirancan, Amin Subkhantoro (41 th), menunjukkan isi material yang terkandung dalam beras hasil pupuk kimia. Dua buah gelas yang berisi beras, lalu di siram air dan diaduk-aduk. Satu menggunakan air mineral, yang satu menggunakan air dengan molekul yang sangat kecil. Air dengan molekul yang sangat kecil ini hasil proses dari mesin Kangen Water.

Hasil nya terlihat jelas beda. Warna air dalam gelas berisi air mineral hanya putih. Sedang air dalam gelas berisi Kangen Water berwarna kuning. Material dalam beras bisa dikeluarkan oleh air ini.

Ini menunjukkan bahwa sebenarnya, banyak zat kimia terkandung didalamnya. Residu hasil pemupukan dan penyemprotan ini termakan dan mengendap dalam tubuh. Oleh karena nya, bermacam-macam penyakit mudah datang.

Kades Mandirancan sedang demo.
Kades Mandirancan sedang demo.

Rupanya demo ini menarik salah satu peserta yakni Sudirno, BA. Ketua Kelompoktani Siwelut ini penasaran. Dia ingin melihat warna adukan air pada beras semi organik. Beliau menyempatkan diri pulang mengambil beras. Setelah dicampur dan diaduk dengan Kangen Water, warna nya pun kuning. Hanya saja, tingkat kepekatannya lebih rendah.

Ini membuktikan dan menunjukkan kepada para peserta bahwa pertanian dengan menggunakan pupuk kimia, sangat berbahaya. Kenyataan ini membuka mata para peserta akan pentingnya pemanfaatan pupuk organik dalam pertanian.

Lihat beda nya.
Lihat beda nya.

Demo ini dilakukan pada Kamis malam (29/09/2016) saat pertemuan anggota kelompoktani. Acara yang diselenggarakan guna melakukan sosialisasi musim tanam tahun 2016/2017. Kegiatan yang berlangsung di balai desa Mandirancan ini dihadiri oleh 20 anggota kelompoktani.

Sebelum acara demo, sosialisasi dilakukan oleh Penyuluh Pertanian Kec. Kebasen, Adi Hartanto. Beberapa hal disampaikan terkait himbauan dalam bercocok tanam. Misalnya penggunaan sistem tanam jajar legowo, tanam bibit muda, tidak terlalu sering mengendapkan air di sawah, dan masalah penyiangan gulma.

Hadir pula Babinsa Desa Mandirancan, Ruswandi. Beliau menyampaikan alasan mengapa TNI sekarang dilibatkan dalam pendampingan pertanian. Menurutnya ini perintah dari Panglima TNI yang sudah bekerjasama dengan Menteri Pertanian RI. Lagi pula TNI berasal dari rakyat, maka sudah sepatutnya ikut membantu rakyat. Termasuk jika masyarakat membutuhkan tenaga mereka guna kerja bakti.

“Bertani menggunakan pupuk organik lebih murah. Meski secara hasil lebih sedikit bobot gabahnya, tapi jika di jual malah lebih menguntungkan,” demikian ujar Sudirno, BA.

Para petani sedang mendiskusikan hasil demo.
Para petani sedang mendiskusikan hasil demo.
BAGIKAN
Berita sebelumyaThe Mukidi Series
Berita berikutnyaPesan Moral dalam Film Kungfu Panda
Suami dari seorang istri dan ayah dari tiga anak yang ingin hidup sejahtera bersama saudara, para tetangga, dan masyarakat. Sekarang masih dipercaya sebagai Ketua Badan Kerjasama Antar Desa Kec. Kebasen Kab. Banyumas Prov. Jawa Tengah. Suka membaca dan berteman.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here