Kerjasama antar Desa dan Pihak Ketiga

0
634
Menjaga kelestarian sumber mata air, bisa dilakukan dengan kerjasama antar desa dan Perhutani.

Model kerjasama ini adalah pengembangan dari kerjasama antar desa dan kerjasama desa dengan pihak ketiga. Kerjasama multi pihak digagas karena kesamaan kepentingan. Ini dilakukan agar kerjasama yang dilakukan lebih efektif dan efisien. Sebab pada prosesnya bisa dilakukan bersama-sama oleh banyak pihak.

Kerjasama multi pihak ini sudah dilakukan pula oleh para pendahulu. Saat VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) menjalin hubungan dagang kopi misalnya. Perwakilan VOC menghubungi seorang lurah di sebuah kawasan yang dianggap berpengaruh (Penatus). Melalui lurah ini lah, lurah-lurah di desa lain diajak bermusyawarah. Intinya agar mereka menyuruh masyarakat menanam kopi untuk dijual ke VOC.

Meski pada akhirnya penanaman kopi serentak ini berujung pada rodi. Tapi model kerjasama multi pihak ini pernah terjalin.

Menguatkan Posisi Tawar

Kerjasama multi pihak ini jelas lebih menguatkan posisi tawar desa. Jika hanya satu atau dua desa yang bekerjasama, belum tentu pihak ketiga akan melirik. Padahal kita tahu, sampai saat ini, desa masih dalam posisi yang belum cukup kuat. Masih dipandang sebelah mata. Perlunya desa-desa saling bekerjasama salah satu tujuannya untuk menarik minat pihak ketiga.

Soal fluktuasi harga beli produk rakyat misalnya. Jika desa-desa mau bekerjasama, maka harga akan relatif stabil. Desa-desa yang bekerjasama bisa menawarkan kepada para pengusaha untuk membeli harga dengan patokan yang pasti. Harga-harga tidak akan dipermainkan. Mereka bisa beralih ke pengusaha lain jika harga beli hasil rakyat terlalu rendah. Jika memungkinkan, desa-desa akan bekerjasama menahan diri untuk tidak menjualnya terlebih dulu, sebelum harga normal.

Demikian pula bagi pengusaha. Relatif stabilnya harga beli, akan mempermudah urusan mereka. Para pengusaha akan bisa memprediksikan total biaya yang akan ditanggung. Yang pada akhirnya mereka bisa menentukan harga jual, dan potensi keuntungan yang akan didapat.

Kita pun bisa menemukan model kerjasama multi pihak di bidang lain. Urusan bersama pengelolaan sumber daya alam, advokasi desa-desa oleh para pegiat, pembangunan kawasan pertanian, peningkatan kapasitas bersama perguruan tinggi, menjadi bentuk kerjasama antar desa dengan pihak ketiga.

Meneguhkan Eksistensi

Kerjasama antar desa dengan pihak ketiga pun bisa meneguhkan eksistensi. Baik eksistensi bagi desa, maupun pihak ketiga. Eksistensi dibutuhkan untuk meningkatkan kepercayaan publik. Saat publik menaruh kepercayaan, maka segala urusan akan lebih mudah. Ekistensi juga merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia.

Kerjasama antar desa dengan pihak ketiga akan menegaskan bahwa desa-desa yang bekerjasama, telah mampu menjalin komunikasi yang baik. Sebab kerjasama ini tak akan ada tanpa komunikasi. Kemampuan mereka dalam mengkomunikasikan diri menjadi keahlian yang membuatnya berbeda. Tidak semua mampu melakukannya.

Bagi pihak ketiga, baik itu perguruan tinggi, perusahaan, LSM, dan atau yang lain, yang mampu menjalin kerjasama dengan banyak desa, akan dinilai berhasil. Mereka akan mendapat banyak pujian dari kolega nya. Pujian-pujian yang berasal dari kolega akan menguatkan imej, bahwa mereka layak diperhitungkan.

Eksistensi yang didapat dari kerjasama ini akan berdampak positif. Bagi perguruan tinggi, akan menambah nilai plus di mata masyarakat. Perguruan tinggi yang bersangkutan akan mendapatkan banyak calon mahasiswa nantinya. Bisa juga dijadikan mitra oleh Dikti untuk pengabdian masyarakat.

Untuk perusahaan yang mampu menjalin kerjasama, akan menambah kepercayaan kepada para investor. Dana CSR yang diberikan kepada desa-desa misalnya, memberikan gambaran kepada investor bahwa perusahaan itu sehat. Disamping mereka akan melihat pada sisi laporan keuangannya.

Lebih Banyak Manfaat

Jika dibandingkan dengan kerjasama antar desa dan desa dengan pihak ketiga, pengembangan ini lebih kompleks. Duduk bersama guna menyamakan persepsi menjadi hal yang mesti dilakukan pada awalnya. Meski masih berada pada satu kawasan perdesaan, karakter masing-masing desa pasti berbeda. Jika kesamaan persepsi ini bisa diraih, maka model kerjasama ini akan lebih mudah dilakukan.

Manfaat yang didapatkan dari kerjasama ini akan terasa. Antar desa akan saling belajar dan berbagi, pun saat berinteraksi dengan pihak ketiga. Serapan ilmu yang tidak dimiliki oleh satu desa, menjadi sisi positif lain. Mereka saling berbagi dan menyerap ilmu masing-masing. Termasuk ilmu yang didapat dari pihak ketiga.

Begitu juga bagi pihak ketiga. Nilai-nilai sosial yang masih kuat di desa, bisa diterapkan dalam urusan manajemen SDM. Pelbagai teori manajemen SDM akan dikolaborasikan dengan tata nilai sosial desa menjadi satu rumusan baru yang aplikatif. Perikehidupan di desa yang selalu bisa menyesuaikan diri dan pantang menyerah, menjadi pelajaran tersendiri.

Interaksi ini akan bermanfaat bagi perusahaan untuk menjaga stabilitas karyawan. Menjadi rujukan pendidikan karakter di perguruan tinggi. Menjadi serapan ilmu bagi desa-desa yang bekerja sama.

Kerjasama multi pihak ini akan lebih banyak memberikan manfaat.

Menjaga kelestarian sumber mata air, bisa dilakukan dengan kerjasama antar desa dan Perhutani.
Menjaga kelestarian sumber mata air bisa dilakukan dengan kerjasama antar desa dan Perhutani.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here