Memandirikan Desa dengan BUMDes dan BUMADes

0
697
BUMADes Lumintu bergerak di bidang pertanian dan perdagangan.

Salah satu harapan yang dimandatkan melalui UU Desa adalah kemandirian desa. Pada saatnya desa harus bisa membiayai sendiri segala urusan rumah tangganya. Desa yang mandiri tidak lagi terlalu mengharapkan bantuan dari pihak lain. Ketergantungan desa dengan supra desa mestinya dihilangkan. Pola hubungan bukan lagi siapa memberi siapa menerima, tapi kerjasama dan sama-sama kerja. Sinergi.

Kemandirian ini dimungkinkan dengan mendirikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan atau Badan Usaha Milik Antar Desa (BUMADes). Hasil usaha dari kedua lembaga ini diharapkan mampu menopang seluruh pembiayaan yang dibutuhkan oleh desa. Jika ini terjadi, ketergantungan akan supra desa menjadi berkurang. Beban pemerintah terhadap masyarakat desa pun akan terkurangi.

Belajar dari Aset Dana Bergulir eks PNPM

Aset dana bergulir yang dikelola oleh UPK PNPM MP bisa dijadikan pelajaran. Pemupukan modal dan pengelolaannya bisa mengakumulasi aset yang besar. Besaran surplus dari kegiatan UEP dan SPP cukup menjanjikan. Surplus yang didapatkan hampir setara dengan rata-rata penerimaan dana untuk desa tiap tahunnya.

Ini terjadi karena pemupukan modal yang besar tiap tahun dan efisiensi pada pengelolaannya. Rata-rata pemupukan modal tiap tahun berkisar pada 25% dari Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) yang diterimakan. Tingkat efisiensi selama program menjadikan surplus bersih dan modal ditahan menjadi besar.

Meski dalam Petunjuk Teknis Operasional (PTO) diperbolehkan menggunakan hingga 75% dari prediksi pendapatan, UPK hanya menghabiskan antara 30 – 50 persen saja. Bahkan ada yang kurang dari itu. Sangat efisien. Ini jelas berimbas pada surplus tiap tahunnya.

Padahal jenis usaha yang dilakukan oleh UPK hanya jasa keuangan. Maksimal keuntungan kotor dari jasa keuangan ini hanya 30% dari modal. Itu pun dengan syarat cash flow lancar dan tanpa tunggakan. Sedang berdasar pengalaman yang sudah terjadi, keuntungan bersih hanya sekitar 10 – 12 % saja. Termasuk kecil.

Bagaimana dengan Desa?

Pertanyaan yang menggelitik, mampu kah desa melakukannya? Harusnya bisa.

Kucuran dana yang besar tiap tahun dan kewenangan dalam pengelolaannya memudahkan urusan desa. Transfer dana tiap tahun ini menjadi hak masyarakat desa berdasar UU Desa. Artinya selama UU Desa masih diberlakukan, hak masyarakat akan alokasi dana dan kewenangan dalam penggunaannya masih terjamin. Desa tinggal menginvestasikan sebagian dana sebagai modal BUMDes.

Sayangnya itu belum terjadi. Masih banyak desa yang sibuk berkutat dengan urusan lain. Porsi dana untuk pembangunan fisik masih mendominasi. Sebagian diinvestasikan untuk peningkatan kapasitas masyarakat. Baru sebagian kecil yang menginvestasikan modalnya di BUMDes. Itu pun nominalnya masih sedikit.

Kesadaran akan kemandirian belum terbangun. Mereka masih senang menerima dan menghabiskannya. Rencana kegiatan pembangunan dalam RPJMDes dan RKP masih cenderung kegiatan yang habis pakai. Sepertinya belum tergugah untuk menginvestasikan pada kegiatan-kegiatan yang produktif.

Salah kah? Tidak juga. Selama penggunaannya sesuai koridor.

Investasikan Modal dan Bersiap Mandiri

Namun demikian, jika dalam perjalanan di tahun kedua implementasi UU Desa ini belum jua dilakukan, sangat disayangkan. Investasi modal pada BUMDes dengan nominal besar sebaiknya segera dilakukan. Modal ini dibutuhkan untuk pengembangan usaha, menuju kemandirian desa.

Kemandirian desa akan lebih cepat tercapai melalui UU Desa daripada PNPM MP. Sebab dalam UU Desa, Desa diberi kewenangan melakukan berbagai usaha sesuai kemampuannya. Artinya pengembangan usaha bisa dilakukan di berbagai sektor. Tidak berkutat pada jasa keuangan saja.

Sebagai bahan perbandingan, usaha di sektor perdagangan bisa mencapai surplus kotor mencapai 100% tergantung kecepatan perputaran uangnya. Sedang sektor manufaktur, lebih menjanjikan lagi. Keuntungan bersih bisa mencapai 100% dari modal. Syaratnya tentu memperhatikan profesionalisme dan tingkat efisiensi operasional BUMDes.

Oleh karena itu, optimalkan kewenangan desa dalam UU Desa dengan menginvestasikan modal di BUMDes. Dan bersiap lah untuk mandiri.

Merdesa!

Wisata Desa bisa dikembangkan oleh BUMDes
Wisata Desa bisa dikembangkan oleh BUMDes

 

BUMDes bisa mendorong usaha mikro milik masyarakat
BUMDes bisa mendorong usaha mikro milik masyarakat

 

BUMADes Lumintu bergerak di bidang pertanian dan perdagangan.
BUMADes Lumintu bergerak di bidang pertanian dan perdagangan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here