Mengabadikan Momen Pemantik Semangat (Pemuatan Sosok di Kompas)

2
118

Menemukan koran versi cetak sekarang tidak mudah. Mungkin karena pembaca nya lebih suka versi online. Mungkin juga karena memang minat baca masyarakat yang tetap masih rendah. Hingga kini jualan koran cetak sulit laku.

Padahal dulu saat masih berjualan koran, pendapatan sehari rata-rata lebih banyak dari upah harian kuli bangunan. Pilihan sumber berita memang masih jarang kala itu. Anggapan bahwa orang yang suka baca koran adalah kaum terpelajar, mungkin alasan lain.

Cerita nya saat dikabari bahwa profilku sudah naik cetak, maka hari Selasa (23 Juni 2020) segera agendakan mencari koran. Terlebih saat teman-teman baik di grup WA, japri, atau langsung telpon memberi selamat. Rasanya tambah “gemrungsung”. Namun urung dilakukan. Kunjungan tamu guna monitoring mesti disambut dan berdiskusi guna perbaikan ke depan. Kemudian lanjut pada pekerjaan. Singkat cerita hingga sore menjelang Maghrib baru bisa keluar mencari koran.

Beberapa titik penjual koran yang aku tahu sudah dikunjungi. Semua kosong, bahkan dua titik sudah berjualan. Mungkin karena tidak laku. Kasihan.

Pilihan terakhir di Supermarket dimana dulu aku pernah bekerja. Pun kosong. Lalu ditunjukkan ke sebelah Kantor Pos Purwokerto. Sama juga hasilnya. Coba ke agensi, ternyata sudah tutup. Akhirnya kembali ke konter di Supermarket dan minta tolong dicarikan.

Alhamdulillah, keesokan harinya diberi kabar sudah ada. Itu pun hanya satu eksemplar. Tak mengapa.

Profil dalam rubrik Sosok di harian Kompas (23 Juni 2020) perlu disimpan. Paling tidak buat menyemangati diri dan teladan bagi ketiga buah hati. Bahwa kebahagiaan dan rejeki akan kita tuai saat bekerja bukan hanya untuk diri sendiri. Bekerja untuk kebahagiaan orang lain, justru menaikkan indeks kebahagiaan dan keberkahan rejeki. Karena Allah SWT tak pernah tidur.

Insya Allah.

Kompas, Selasa, 23 Juni 2020 versi PDF (halaman 16)

BAGIKAN
Berita sebelumyaMenguatkan Masyarakat untuk Tetap Berkarya
Suami dari seorang istri dan ayah dari tiga anak yang ingin hidup sejahtera bersama saudara, para tetangga, dan masyarakat. Sekarang masih dipercaya sebagai Ketua Badan Kerjasama Antar Desa Kec. Kebasen Kab. Banyumas Prov. Jawa Tengah. Suka membaca dan berteman.

2 KOMENTAR

  1. Selamat malam Pak Kikis
    Saya Nabila dari Direktorat Pengembangan Ekonomi Lokal, Kemendesa
    Apakah bisa minta kontak person Bapak untuk berkoordinasi?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here