Menghijaukan Visa

0
261

Bagi seorang pekerja yang suka bepergian, menghijaukan visa merupakan aktifitas biasa. Sebelum melakukan perjalanan ke luar kota, menghijaukan visa seolah menjadi hal yang wajib. Yakni menyenangkan orang-orang tercinta demi mendapatkan ijin, karena mereka tak diajak serta. Sebab saat ijin dari sebagian tak dikantongi, perjalanan akan terasa berat. Bahkan bisa menjadi batal saat semua anggota keluarga melarang.

Sepulang dari bepergian, tak sedikit yang mengajak keluarga jalan-jalan lagi. Tujuannya jelas, agar lebih mudah menghijaukan visa di waktu yang akan datang. Sering kali, ongkos menghijaukan visa lebih banyak dari uang saku yang didapat. Pertimbangan ini menjadi dasar bersedia atau tidaknya saat kita diberi tugas bepergian.

Tulisan ini sengaja aku tuliskan sebagai pengingat. Terutama bagi para teman yang entah serius atau tidak, mereka berujar: “jangan lupa oleh-olehnya, ya”. Mereka seperti tak tahu akan konsekuensi dari bepergian. Mungkin juga karena mereka kurang piknik.

Keluarga dekat atau jauh pasti berharap oleh-oleh. Belum lagi para tetangga. Padahal bepergian yang kita lakukan belum tentu lancar urusan. Apalagi saat ingin memenuhi semua pesanan, kita akan kerepotan. Kalau ini dikatakan sebagai curhat, aku katakan: “iyes”.

Tanda cinta

Keluarga adalah tempat kembali. Dimana pun kita berada, rindu akan keluarga adalah rintihan hati nurani. Sebab keluarga akan selalu menerima kita apa adanya. Kawan sedekat apapun, belum tentu bisa menerima kita. Tak sedikit kawan akan mendekat saat sukses, dan menjauh saat kita membutuhkan mereka.

Sekadar mentraktir mereka makan di luar sebelum bepergian, adalah bukti cinta pada keluarga. Menghubungi saat di luar kota, menjadi pertanda kita ingat dan mencintai mereka. Apalagi kemudahan teknologi komunikasi sudah dikuasai. Seakan wajib setiap hari berkirim kabar pada mereka.

Tak jarang justru pihak keluarga di rumah yang menghubungi. Terutama orang-orang yang lebih dekat dengan kita. Entah itu anak-anak, istri, ibu, atau kakak. Kedekatan emosi selama di rumah menjadikan antar kita rindu. Sekedar menanyakan soal makan, mandi, sholat, atau apa, pasti dilakukan. Itu salah satu tanda cinta.

Penunjang kesuksesan

Hijaunya visa akan membuat kita merasa nyaman bepergian. Selama perjalanan berangkat, pulang, dan beraktifitas di luar kota sana, bisa lebih fokus. Urusan akan lebih mudah dikerjakan tatkala keberangkatan tidak diiringi tangisan keras anak-anak yang enggan di tinggal. Gagal fokus melakukan aktifitas di luar kota pun bisa disebabkan karena sang Ibu merasa berat saat kita berpamitan.

Ijin yang diberikan akan membantu kita dalam meraih kesuksesan. Salah satu nya, melancarkan urusan di luar kota itu. Sebagaimana kita ketahui, ridho Allah SWT tergantung ridho orang tua. Termasuk kata durhaka tidak hanya berlaku bagi seorang anak pada orang tua nya saja. Durhaka bisa dikatakan saat mengkhianati keluarga, termasuk suami atau istri kita.

Bepergian yang dipaksakan karena tidak mendapat ijin, biasanya berakibat buruk. Apalagi jika bepergian yang dilakukan sudah diniatkan bermaksiat. Oleh karena bepergian kita bertujuan baik, maka cara mendapatkan ijin pun perlu baik-baik. Salah satu cara nya dengan menyenangkan anggota keluarga sebelum berpamitan.

Merencanakan kegiatan

Sekecil apapun, perencanaan itu penting. Memastikan urusan akan dijadwalkan dan terukur capaiannya, serta estimasi biaya yang akan dikeluarkan, bisa membantu lancarnya urusan. Tak ada salahnya mengalokasikan sedikit waktu untuk mampir dan membeli oleh-oleh bagi keluarga. Meski ini tergantung dari uang saku yang dibawa.

Para pihak yang akan kita temui di luar kota sana, perlu di kontak sebelumnya. Buat lah janji agar waktu yang ada tidak terbuang percuma. Perlu penjadwalan secara cermat dengan melihat segala kemungkinan di sana. Lancarnya urusan akan berimbas pada hematnya pengeluaran.

Perencanaan pun dilakukan pada saat perjalanan keberangkatan dan pulangnya nanti. Kendaraan apa yang akan kita tumpangi. Pilihan moda transportasi akan membuat kita bisa merencanakan dengan lebih baik. Persiapkan segala kemungkinan yang terjadi. Meski terkesan sepele dan biasa dilakukan, perlu diingatkan.

Saat pekerjaan selesai, segera pulang

Pilihan ada di masing-masing kita. Tapi kalau boleh saran, segera lah pulang saat urusan selesai. Menambah hari di luar kota perlu diberitahukan pada keluarga, apa sebabnya. Kalau tak terlalu penting, sebaiknya pulang. Ketepatan jadwal pulang, akan mempermudah menghijaukan visa di waktu yang akan datang.

Bagi anak-anak, menambah hari meski dengan alasan kuat, bisa dianggap ingkar janji. Pekerjaan tambahan bagi kita adalah menjelaskan pada mereka nantinya. Yang mesti di jaga adalah soal kepercayaan. Jangan sampai anak-anak menstigmakan bahwa kita biasa ingkar janji. Ini akan berakibat pada pertumbuhan jiwa mereka.

Kepulangan tepat waktu akan memudahkan urusan yang kita tinggalkan pula. Pekerjaan yang tertunda karena bepergian, cepat diatasi. Andai pekerjaan itu dilimpahkan pada orang lain, membuat waktu untuk mengevaluasi lebih cukup tersedia.

Pulang tepat waktu dan tidak membiasakan menambah hari kecuali terpaksa, akan menepis isu miring. Jangan-jangan… jangan… jangan….

Have a nice trip.

CIMG3209

BAGIKAN
Berita sebelumyaMelepaskan Belenggu dalam Diri
Berita berikutnyaWisata Kuliner Seputaran Kantor BKAD
Suami dari seorang istri dan ayah dari tiga anak yang ingin hidup sejahtera bersama saudara, para tetangga, dan masyarakat. Sekarang masih dipercaya sebagai Ketua Badan Kerjasama Antar Desa Kec. Kebasen Kab. Banyumas Prov. Jawa Tengah. Suka membaca dan berteman.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here