Menguatkan Masyarakat untuk Tetap Berkarya

0
219

Mungkin apa yang semula dicita-citakan belum terwujud. Akan tetapi, membantu menginisiasi, mengawal, menguatkan, dan konsisten mendampingi menjadi ikrar yang tetap mesti dilakukan. Keinginan mewujudkan Taman Eduwisata “Edi Peni” yang diintegrasikan dengan wisata Watumeja di Tumiyang masih dijaga. Harapan dan optimisme itu tetap ada. Pun akan halnya dengan pelaku, Pak Rawin, warga Desa Tumiyang Kec. Kebasen Banyumas.

Sebagai seorang petani tulen yang juga mantan Tim Pengelola Kegiatan (TPK) PNPM, dia terbukti tangguh. Kegagalan hanya kerikil kecil dalam menjalani kehidupan. Baginya, belum terwujudnya asa lama, hanya butuh kesabaran dan kecerdasan untuk tetap bertahan dan berinovasi. Optimisme tetap terpancar saat berdiskusi, tak terlihat penyesalan atau keluhan. Sesekali tertawa dalam obrolan serius, menandakan dia tetap ‘bombong’.

Tanaman pepaya varietas ‘Kalifornia’ yang dia tanam tidak berbuah seperti yang diharapkan. Kena virus. Alhasil panennya pun tidak maksimal. Estimasi pendapatan menjelma menjadi angka-angka semata. Pengalaman dan kecerdasan sebagai bentuk manajemen resiko sudah dilakukan. Pagar di se-keliling sawah yang digarap untuk pepaya, ditanami sayuran pare, kemudian diganti dengan buah naga. Jadi, meski hasil tanaman pepaya tidak maksimal, bisa sedikit tertutupi dari hasil penjualan pare dan atau buah naga. Biar harga buah naga sekarang pun anjlok.

Bersama Pak Rawin

Integrasi Bermain Peran

Pemikiran dari pengalamannya bahwa sawah di jalan Reboisasi yang posisinya diatas jalur irigasi, selalu tidak imbang hasilnya jika ditanami padi. Akan tetapi, penggarap sawah masih setia dengan tanaman padi, meski hasilnya tidak imbang. Inovasi yang dicontohkan dengan tanaman pepaya belum berhasil. Sedianya ingin diberikan contoh nyata, namun apa daya, hasil belum optimal.

Pemikiran yang hendak dibuktikan dengan karya nyata perlu terus diupayakan. Mengubah kebiasaan orang desa, meski tidak menjamin mau berubah, tentu dengan hasil nyata terlihat. Ini yang sedang diupayakan. Apalagi jika penggantian jenis komoditas pertanian bisa dijadikan destinasi wisata lokal, tentu menjadi daya tarik sendiri.

Sebagai pelaku pemberdayaan yang berperan sebagai agen perubahan, perlu membagi peran. Kekuatan ilmu pengetahuan, dan dana pemberdayaan dari surplus tahunan, mesti diimbangi dengan menumbuhkan champion-champion di masyarakat. Salah satu yang didorong adalah Rawin, untuk Desa Tumiyang. Apakah sudah berhasil? Belum. Karena baru beberapa gelintir orang yang meniru pola pertaniannya. Integrasi peran ini memang perlu sinergi multipihak.

Panen buah naga dengan pupuk semi organik

Pendampingan Guna Penguatan

Senang rasanya jika melakukan pendampingan kepada orang berkarakter demikian. Kerja keras yang kadang tak sejalan dengan hasil, tetap disikapi secara positif. Tidak cepat putus asa. Selalu memiliki harapan, berpikir, dan bertindak nyata untuk meminimalisir kerugian.

Aneka sayuran dan sekarang mencoba palawija, coba dia tanam. Disamping kesibukannya mengurus lahan garapan sendiri, masih tetap bertanggung jawab dengan kontrak kerjasama dengan Unit Usaha Bersama Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) Kec. Kebasen. Lahan garapan dia upayakan betul, tidak serta merta menyerahkan begitu saja. Tentu dukungan dari istri menguatkan upayanya.

Orang dengan tipe demikian, meski tetap harus didampingi, tak jarang justru ikut memunculkan gagasan baru. Maka, kunjungan ke rumah dan tempat usahanya, membawa aura positif. Pendampingan yang secara berkala dilakukan, membuat gagasan-gagasan baru muncul. Semisal, menghidupkan kembali wisata Watumeja, yang meredup akhir-akhir ini.

Merah merona menggoda
Taman Agrowisata “Edi Peni” Desa Tumiyang – Kebasen
Lokasi kebun di lihat dari sisi barat
Lokasi kebun di lihat dari sisi timur
Melihat ke selatan, jalan menuju wisata Watumeja

 

 

BAGIKAN
Berita sebelumyaMemainkan Value Chain pada Pemberdayaan Desa
Suami dari seorang istri dan ayah dari tiga anak yang ingin hidup sejahtera bersama saudara, para tetangga, dan masyarakat. Sekarang masih dipercaya sebagai Ketua Badan Kerjasama Antar Desa Kec. Kebasen Kab. Banyumas Prov. Jawa Tengah. Suka membaca dan berteman.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here