Menjadi Konsumen Ala Channel Hobby Makan

0
199

Menemukan dan terus mengikuti vlog dari channel Hobby Makan menjadi aktifitas yang menghibur. Tak sengaja menemukan vlog pada Ramadhan kemarin, akhirnya keterusan sampai sekarang. Vlog yang dibuat oleh pasangan suami istri Richard Erfany dan Pratiwi Utami dari Pontianak sangat inspiratif. Akhirnya banyak vlog serupa bermunculan. Tak mengapa jika kebaikan dijiplak oleh yang lain.

Bang Evan dan Mami Tiwi hampir tiap hari mencari para pedagang kecil yang berjualan keliling atau bertempat di pinggir jalan. Selain melakukan review atas jajanan tersebut, pasangan yang memiliki dua orang putera ini pun mempromosikan via vlog. Tak jarang mereka memborong semua dagangan mereka. Seringkali makanan yang diborongnya tidak dibawa serta. Mereka hanya mengambil beberapa, sisanya diberikan kepercayaan pada si pedagang untuk membagikan kepada siapa saja.

Dari beberapa vlog yang ada, sedikit bisa dikategorikan pembeliannya. Jika pedagang masih muda usia, maka makanan yang ada akan dibelikan seharga 300 ribuan. Tatkala sudah paruh baya, maka nilainya sekitar 500 ribuan. Andai pedagangnya sudah renta, maka 1 jutaan akan mereka belanjakan. Tentunya pengkategorian ini subyektif sifatnya. Bagi pembaca yang ingin lebih tahu, silakan klik channel Hobby Makan di youtube.

Inspiratif

Ketika kebanyakan orang ingin terlihat kaya dan bahagia dengan dunia gemerlap, maka tidak dengan keduanya. Namun bukan berarti mereka tidak menikmati itu. Tak jarang mereka pun jalan-jalan ke luar negeri. Hanya saja, kepedulian kepada sesama menjadi nilai plus. Dari vlog yang aku temui, secara nominal mungkin sedikit dibawah Baim Wong.

Entah apa profesi Bang Evan atau Mami Tiwi, yang pasti mobil Voxy yang mereka kendarai, menunjukkan mereka orang berada. Yang membedakan adalah kemampuan untuk mensyukuri nikmat yang Tuhan berikan dengan berbagi. Itu lah sisi positifnya. Pesan-pesan moral yang selalu diselipkan di akhir video yang mereka unggah, menjadi pengingat.

Apa yang keduanya lakukan memberikan inspirasi bagi vlogger lain. Muncul berbagai vlog yang mirip. Mereka menyebarkan kebaikan dengan memborong semua dagangan dari penjaja pinggir jalan. Mempromosikan penjajanya bagi para subscriber-nya. Inspirasi kebaikan memang harus disebarkan melalui media apapun. Lupakan komentar dan anggapan miring terhadap upaya kebaikan itu. Andai ada sifat riya dari pelakunya, biarkan. Itu urusan Tuhan.

Menjadi konsumen

Jika dibandingkan dengan pelaku pemberdayaan, atau para pengaku pecinta negeri ini, hal yang dilakukan Bang Evan dan Mami Tiwi adalah wujud nyatanya. Mereka tak berteori soal itu. Aksi nyata menjadi pembeli (konsumen) bagi pelaku usaha kecil menjadi hal mahal. Pasalnya tak sedikit pelaku pemberdayaan dan atau mereka yang mengaku nasionalis, justru enggan menjadi konsumen bagi usaha kecil. Lebih merasa bangga dan gengsi tatkala terlihat kaya dengan mengalirkan uang ke pengusaha besar (konsumerisme).

Pelaku pemberdayaan yang berkutat dengan upaya peningkatan kapasitas masyarakat, tak sedikit yang enggan menjadi konsumennya. Padahal tatkala usaha kecil selaku produsen, mereka membutuhkan konsumen demi keberlanjutan usahanya. Pendampingan dan pemberian modal lunak saja tak berarti jika tak ada yang mau membeli barang atau jasa yang mereka hasilkan. Alhasil keberlanjutan usaha mandek. Jika pelaku pemberdayaan saja enggan, apatah lagi mereka yang nggak ngeh tentang pemberdayaan.

Mencintai negeri ini butuh bukti nyata. Menjadi konsumen yang dihasilkan oleh masyarakat, demi menjaga keberlangsungan hidup mereka, menjadi keharusan. Andai mereka tetap miskin atau menjadi miskin, akan menjadi beban bagi negara. Harga diri negara pun tergantung dari kemampuannya mensejahterakan warganya. Apakah ini tugas negara semata? Tentu tidak.

Menjadi konsumen bagi usaha kecil merupakan sumbangsih nyata bagi bangsa ini.

Yuk!

 

Sumber:

BAGIKAN
Berita sebelumyaKoperasi Berseri
Berita berikutnyaKomitmen dan Disiplin Usaha ala Pizza Dezzo
Suami dari seorang istri dan ayah dari tiga anak yang ingin hidup sejahtera bersama saudara, para tetangga, dan masyarakat. Sekarang masih dipercaya sebagai Ketua Badan Kerjasama Antar Desa Kec. Kebasen Kab. Banyumas Prov. Jawa Tengah. Suka membaca dan berteman.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here