Momen Indah Hari Ini

0
168
Mengingatmu di sini

Aku masih ingat. Waktu itu hari Sabtu, 25 Agustus 1996. Saat itu kita pulang sekolah. Sesaat sebelum kita keluar dari kelas, aku nyatakan rasa itu padamu. Binar matamu sembari tersenyum, mengangguk. Kau pun terima itu. Jawabanmu bukan hal yang perlu aku ragukan. Karna sebelumnya kita sudah beberapa kali jalan bersama. Ini hanya menegaskan saja. Sejak saat itu, bahasa resmi masa kita, kita selalu jalan bersama.

Namun momen yang masih aku ingat hingga kini justru sebelum tanggal bersejarah itu.

Saat itu, kamu dengan malu-malu menunjukkan luka di kakimu. Hari itu, kelas kita terjadwal olahraga renang. Dari temanmu aku tahu kalau kamu malu saat kita berenang. Meski sudah dipisahkan antara laki-laki dan perempuan. Aku rasa aku pun tak memperhatikanmu. Selesai renang, kita berkumpul bersama teman-teman di bawah rindah pepohonan yang kini sudah tak ada.

Masa itu kita menunggu angkot. Kendaraan paling populer, meski harus berdesak-desakan di dalam. Satu per satu teman-teman kita pulang. Tapi kamu selaku aku cegah saat angkot yang hendak engkau tumpangi lewat. Sampai akhirnya, hanya kita berdua disana. Apa sih yang kita bicarakan saat itu? Jujur aku lupa. Dan tak ingin aku ingat-ingat lagi.

Kejadian lain yang masih membekas, tatkala aku sengaja turun dari angkot di dekat rumahmu. Aku sengaja menunggumu disana. Sampai akhirnya kita berjalan beriringan ke sekolah. Jarak tempuh yang hampir 500 m, terasa dekat. Entah kenapa bisa pas kita bersama. Padahal waktu itu belum ada HP. Alat komunikasi idola kita di sekolah adalah telepon umum. Itu pun hanya nomor-nomor tertentu saja. Bagi mereka yang berada. Koin seratus rupiah masih cukup untuk bicara selama 5 menit. Eh, beberapa waktu lalu saat aku ke sekolah, bekasnya masih ada.

Momen setelah tanggal 25, malah aku sudah lupa. Yang teringat adalah sikap posesif ku yang membuatmu jengah. Hingga dalam waktu 3 (bulan) kamu ingin berhenti berjalan bersamaku. Terima kasih, kawan.

Hari ini pula, aku memiliki website pribadi. Setelah mengelola 3 (tiga) website umum.

Aku hanya ingin menuliskan sesuatu yang aku rasakan dengan bahasaku sendiri. Sebagai pengganti buku harian yang tak pernah tahu kemana rimbanya. Aku suka menulis. Aku ingin apapun tulisan-tulisanku bisa terarsip. Yah, siapa tahu suatu saat ada gunanya.

Matur tengkyu, Mas Bro @so3p dan @pradna….

Mengingatmu di sini
Mengingatmu di sini
BAGIKAN
Berita berikutnyaTragedi Sebuah Pesan
Suami dari seorang istri dan ayah dari tiga anak yang ingin hidup sejahtera bersama saudara, para tetangga, dan masyarakat. Sekarang masih dipercaya sebagai Ketua Badan Kerjasama Antar Desa Kec. Kebasen Kab. Banyumas Prov. Jawa Tengah. Suka membaca dan berteman.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here