Nice Trip to Majalengka and Ciamis (edisi ke-3)

0
156

Ciamis (16/08/14) Di Desa Sukamantri, ada danau alami. Sumber mata air dana itu berasal dari sumur artesis. Proses terjadinya karena alam, dimana runtuhan gunung menimbulkan keluarnya air dari dalam tanah. Di sekitar danau itu biasa dijadikan tempat penjualan bibit tanaman dan sebagai areal pemancingan umum. Namanya Danau Cibiubuhan. Awalnya aku kira itu danau satu-satunya.Tapi ternyata aku salah.

Didekat petilasan Boros Ngora, yakni di Desa Panjalu ada danau serupa yang luasnya mencapai 95 ha.Dimana banyak perahu-perahu untuk pariwisata.Sepertinya perjalanan dari Sukamantri ke Panjalu tak perlu aku ceritakan, karena kondisi jalan dan kanan kirinya masih serupa seperti cerita diatas.

Terjaganya kearifan lokal di Panjalu yang tidak mengijinkan investor membangun hotel disana membuka kesempatan warga untuk membuka pondok wisata atau homestay. Di Danau Situ Panjalu, masyarakat dibebaskan untuk mengais rejeki mencari ikan dan menjualnya kepada para wisatawan yang berkunjung ke petilasan maupun ke danau tersebut.

Informasi ini aku dapatkan dari Bu Emah.Selama 2 (dua) periode suaminya menjadi Kuwu di Panjalu yang berakhir tahun 2014 ini. Sebelumnya sang suami adalah Babinsa di Panjalu. Dia memilih pensiun muda untuk membangun Panjalu.

Sepertinya kepedulian Pemkab Ciamis terhadap potensi Panjalu cukup besar, buktinya meski jalanan menuju Panjalu dari arah Ciamis masih berliku, jalanan mulus.Hampir tak ditemui jalan rusak.Kami tak mampir di rumah Bu Emah, hanya saya yang ijin ke kamar mandi.Keinginan untuk buang air kecil tertahan sejak di Sukamantri, karena toilet di masjid tak ada yang dibuka.

Sejak dari Majalengka kemudian ke Sukamantri dan kemudian ke Panjalu, aku lebih banyak diam. Serunya cerita mereka di mobil hampir tak bisa aku cerna.Roaming soalnya.Abdi mah kagak ngarti basa Sunda. Suatu hari aku harus beli kamus Basa Sunda dan kursus privat sama Gonus… hehe…

Roaming itu pun berlaku di rumah Bu Emah, basa-basi dengan ibunya Bu Emah hanya aku tanggapi dengan senyuman dan anggukan.

“Maaf, Bu. Saya dari Jawa, enggak bisa basa Sunda,” ujarku sambil nyengir.

Bergegas kami melanjutkan perjalanan, karena Abeh sebenarnya sudah mewanti-wanti untuk segera pulang.Ada acara keluarga katanya.

Sejak dari rumah Bu Emah menuju ke tempat dimana aku akan ditinggalkan ini lah perjuanganku. Perjuangan untuk menahan diri dari mual.Meski perut ingin memuntahkan isinya, aku tahan. Termasuk dengan menelungkupkan wajah ke tas disamping dengan posisi setengah berbaring. Rupanya angin kencang yang berhembus sejak di Sukamantri dan menahan pepsi penyebabnya.Terlebih jalan masih berliku-liku.

Keringat yang keluar saat menahan untuk tidak muntah itu terasa. Untung saja Abeh cepat mengantarkan aku ke kantor Faskab Ciamis. Dimana Kang Tarjo sudah menunggu.

Melihat Kang Tarjo sedang di pijat refleksi, aku pun meminta.

Pijatan refleksi ini benar-benar terasa nikmatnya.Beberapa kali aku dibangunkan karena tertidur nyaman. Kadang aku sambil ngobrol sama si tukang pijat. Dari ceritanya, aku tetap masih bersyukur dengan kondisi ku sekarang.

Taksiran usianya sekitar 17 tahun. Sebab dari ceritanya dia hanya lulus SMP, kemudian kursus secara teori pijat refleksi di Bogor selama 3 (tiga) bulan. Dua tahun ini dia menjadi tukang pijat refleksi panggilan. Berasal dari daerah Cimaragas, dia indekos di kota Ciamis. Dia mengaku tidak setiap hari mendapatkan order. Padahal biaya indekos sendiri mencapai 400 ribu belum termasuk biaya makan dan lain-lain.

Saat aku tanyakan profesi orang tuanya, dia mengatakan bahwa sang Ayah bersama kakak tertua berjualan tahu bulat di daerah Garut (kalau nggak salah), sedang adiknya masih sekolah. Mereka tiga bersaudara. Kakak pertamanya, cowok, sudah berkeluarga. Adiknya, cewek. Ibu nya hanya ibu rumah tangga biasa. Persoalan ekonomi menjadikannya tidak melanjutkan sekolah.

Saat kau berjuang di jalan-Nya maka akan kau temui bumi yang luas dan rizki yang banyak (terjemah bebas QS. An-Nisa: 100)

BAGIKAN
Berita sebelumyaNice Trip to Majalengka and Ciamis (edisi ke-2)
Berita berikutnyaNice Trip to Majalengka and Ciamis (edisi ke-4)
Suami dari seorang istri dan ayah dari tiga anak yang ingin hidup sejahtera bersama saudara, para tetangga, dan masyarakat. Sekarang masih dipercaya sebagai Ketua Badan Kerjasama Antar Desa Kec. Kebasen Kab. Banyumas Prov. Jawa Tengah. Suka membaca dan berteman.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here