Panorama Indah Watu Meja Desa Tumiyang

0
381
Panorama Alam dari Watu Meja

Tulisan ini sengaja dibuat sebagai pengingat saja. Pemandangan indah dari bukit Watumeja di Desa Tumiyang Kec. Kebasen sudah terkenal. Hampir setiap hari selalu ramai dikunjungi. Mungkin akhir-akhir ini agak sedikit berkurang karena faktor musim penghujan. Jalan naik ke sana menjadi licin. Ini penyebabnya. Maka tulisan ini sengaja dibuat agar kamu nggak lupa sama keindahan alam yang dilihat dari Watumeja.

Aku tak tahu persis siapa yang mempopulerkan keindahan pemandangan dari Watumeja. Tapi katanya, foto-foto pemandangan itu diunggah di sosial media oleh para mahasiswa dari Unsoed. Rasa penasaran itu membuat aku dan teman-teman kantor berinisiatif naik ke sana. Sampai suatu ketika pihak kecamatan dan Dinporabudpar Kab. Banyumas pun ikut naik dan mempromosikannya. Obyek wisata Watumeja menjadi salah satu andalan di Desa Tumiyang khususnya, dan kecamatan Kebasen umumnya.

Kalau kamu ingin melihat indahnya pemandangan alam dari Watumeja, datang saja ke Desa Tumiyang Kec. Kebasen. Ada 2 pintu masuk ke Desa Tumiyang, yakni dari arah utara (Purwokerto) atau selatan (Cilacap).

Dari arah Purwokerto

Cari jurusan Kebasen dari pasar Patikraja. Setelah melewati jembatan Serayu yang sempit, kira-kira 5-8 menit naik motor kamu akan sampai di Desa Tumiyang. Tentu dengan catatan, saat kamu menemui pertigaan Desa Mandirancan, kamu harus lurus. Jangan ambil kiri, sebab itu arah ke Banyumas.

Lokasi Watumeja bisa kamu tempuh dari jalan Reboisasi Desa Tumiyang atau lewat jalur lain yang terpampang papan-papan petunjuk arah di pinggir jalan. Untuk sampai ke sana, memang harus jalan kaki, kecuali kamu putar lewat daerah Siluk di Desa Kebasen. Tapi tak usah takut, kelelahan yang kamu rasakan setelah jalan kaki yang menanjak, kamu akan disuguhi pemandangan indah. Indahnya siang hari akan terlihat jelas. Lekuk-lekuk sungai Serayu dan rel kereta api akan menambah indah dari pemandangan alam lain seperti sawah, pegunungan, dan hijau pepohonan.

Pemandangan malam hari pun tak kalah indah. Lampu-lampu dari kendaraan yang melewati jalan raya di bawah sana, laksana kunang-kunang besar berjalan beriringan. Lebih indah lagi saat bulan purnama. Guratan lukisan alam di awan terlihat magis. Mensyukuri akan keindahan dan keagungan Allah, menjadi pengingat bahwa kita sangat tergantung pada-Nya.

Dari arah Cilacap

Jalan yang aku sarankan untuk kamu yang berasal dari Cilacap adalah jalan ke utara di sebelah barat POM Bensin Sampang. Setelah perempatan Kebasen, kamu lurus saja ke arah Purwokerto. Sekitar 10 menit dari sana, akan kamu masuki Desa Tumiyang. Sebelumnya akan kamu temui Bendung Gerak Serayu di sisi kiri jalan. Pompa air Gambarsari, dan terowongan kereta sebagai penanda Desa Gambarsari.

Sebenarnya di daerah Losari, salah satu grumbul Desa Gambarsari, kamu bisa naik juga. Jalan masuk ke sana ada di sebelah selatan gang makam Rekajaya. Tak usah takut. Di sekitaran makam, banyak rumah penduduk. Bahkan di rumah para penduduk di sekitar makam itu lah kamu bisa titipkan kendaraan. Lalu jalan kaki naik ke bukit Watumeja. Kalau dari arah utara (Purwokerto) jalan masuk ke bukit Watumeja ada di kiri jalan, maka dari selatan (Cilacap) ada di kanan jalan.

Ada jalan lain dimana motor bisa naik ke sana. Yakni lewat Siluk Desa Kebasen, tapi jalannya terlalu berputar-putar. Kecuali kamu sudah hafal daerah Kebasen, maka itu bisa disarankan. Tapi alangkah lebih baik berolahraga jalan kaki. Katanya harus olahraga jalan kaki minimal sepuluh ribu langkah. Jadi, jalan kaki saja ya. Sambil berdendang: “Naik-naik ke Puncak Gunung… hehe….

Sebenarnya jarak dari jalan raya ke bukit Watumeja hanya sekitar 200 meter. Akan tetapi karena jalan setapak yang harus di tempuh menanjak, maka dibutuhkan sekitar 20 menit jalan kaki. Cukup membuat pegal kaki bagi kamu yang terlalu sering naik kendaraan ke mana-mana. Untung saja rindangnya pepohonan bisa memberi asupan oksigen yang cukup buatmu. So, enjoy aja.

Sayang sekarang sedang musim hujan. Jalanan ke sana pasti licin. Konstruksi jalan masih tanah. Apalagi jalan setapak ke sana harus melintasi kebun-kebun warga. Sepertinya Pemdes Tumiyang belum berencana membuatkan jalan yang lebih baik. Pasalnya bukit Watumeja masuk kawasan hutan yang dikelola oleh Perhutani. Jika pihak Perhutani secara sepihak melarang pengunjung datang ke sana, mau apalagi.

Keresahan para Mantri Hutan sudah mengemuka. Banyak pengunjung yang iseng. Soal membuang sampah sembarangan, sepertinya sudah terbiasa. Tapi, isengnya pengunjung yang mengambil batok penadah getah pinus itu lah penyebabnya. Para tukang sadap getah pinus banyak yang komplein akan hal itu. Mereka sering kehilangan batok-batok itu. Pengunjung banyak yang jahil mengambil guna menyalakan api. Khususnya pengunjung di malam hari. Itu lah kebiasaan buruk kita. Senang merusak.

Padahal kehadiran pengunjung di bukit Watumeja, sedikit banyak membantu masyarakat sekitar. Mereka bisa mendapat pemasukan dari parkir, sumbangan, dan atau hasil berjualan minuman dan makanan ringan. Di sekitar bukit Watumeja berjajar pada pedagang yang kebanyakan adalah penduduk Desa Tumiyang dan Gambarsari.

Kalau aku boleh berpesan kepada pengunjung, mari kita sama-sama menjaga kebersihan dan keamanan khususnya soal batok-batok penadah getah pinus. Lagi pula membakar apapun di sana bisa berbahaya. Getah dan pohon pinus merupakan konduktor api yang cepat. Jika itu terjadi, bisa saja kebakaran hutan melanda bukit Watumeja.

Kalau masih bingung dan ingin mendapat informasi lebih banyak tentang Watumeja, datang ke kantor ku saja. Kantor BKAD Kec. Kebasen yang posisinya tepat di seberang jalan depan Puskesmas Kebasen. Aku sediakan kopi gratis deh.

Nah, buat kamu yang hobi jeprat-jepret atau selfie, mesti ke sana. Sempatkan ya.

Panorama Alam dari Watu Meja
Panorama Alam dari Watu Meja
BAGIKAN
Berita sebelumyaOlahraga malam
Berita berikutnyaNanggap Kenthongan
Suami dari seorang istri dan ayah dari tiga anak yang ingin hidup sejahtera bersama saudara, para tetangga, dan masyarakat. Sekarang masih dipercaya sebagai Ketua Badan Kerjasama Antar Desa Kec. Kebasen Kab. Banyumas Prov. Jawa Tengah. Suka membaca dan berteman.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here