Pembahasan dan Legalitas ASNI

8
302
Tetap semangat dan ceria

Magelang (03/06/2016) Semangat kebersamaan dan visi kemandirian tergambar pada rakor fungsionaris ASNI (Asosiasi Sales Nasional Indonesia) Jateng – DIY. Pembahasan demi pembahasan mengarah kepada keinginan untuk menjadikan ASNI sebagai media aktualisasi diri. Pelbagai gagasan, pemikiran, dan konsep berorganisasi disampaikan oleh para peserta.

Rakor yang diselenggarakan di rumah makan Joglo Krajan Jln. Beringin No. 2 Mertoyudan – Magelang. Acara ini dihadiri oleh 15 orang peserta. Mereka berasal dari region Semarang, Solo, DIY, dan Banyumas. Acara yang digelar pada Jum’at (03/06/2016) malam, tak menyurutkan semangat. Tak tanggung-tanggung. Salah seorang peserta sengaja datang meski sedang bertugas di Madiun.

Acara yang dipandu oleh Ketua ASNI Jateng, yang juga Ketua Umum ASNI Pusat, Triyoga (41 tahun), berjalan santai tapi serius. Pembahasan pertama mengenai website. Pada kesempatan kali ini dipertemukan dua usulan yakni website berbayar dan program gratis dari pemerintah.

Paparan website berbayar disampaikan oleh Joko Sugiyanto, berdasar informasi dari kolega nya. Namun demikian, besaran harga yang ditawarkan, dirasa masih cukup memberatkan anggota. Apalagi mengingat organisasi ini baru di rintis.

Sedang paparan website gratis disampaikan oleh Kikis Kirwono. Pegiat desa yang bergabung di organisasi ini menyampaikan pengalamannya dalam mengelola website. Pun menjelaskan informasi akan adanya program 1 juta domain gratis dari pemerintah.

Hasil pembahasan disepakati untuk memanfaatkan program 1 juta domain gratis dari pemerintah. Namun demikian, batasan waktu untuk terdaftar adalah 1 bulan. Jika melebihi batas waktu tersebut, semua sepakat untuk membuat website yang berbayar.

“Untuk tahap awal, lebih baik memang memanfaatkan program pemerintah. Nanti kalau ASNI sudah besar, baru yang berbayar”, ujar Triyoga.

Obrolan selanjutnya mengenai AD ART. Meski fungsionaris ASNI Jateng – DIY diberi mandat untuk membahasnya, peserta rakor menginginkan ada fase uji publik. Tujuannya agar para fungsionaris ASNI di daerah tidak merasa ditinggalkan. Oleh karenanya, saat tim penyusun AD ART selesai menyusun draft, akan segera disebarkan ke daerah untuk mendapatkan umpan balik.

Tugas penyusunan draft AD ART diberikan kepada fungsionaris ASNI Banyumas yang digawangi oleh Sri Murtanto. Sedang batas waktu penyusunan selama dua minggu. Pertimbangan jangka waktu ini mengingat aktifitas kerja di perusahaan masing-masing.

Terkait dengan legalitas organisasi pun diserahkan kepada Patriana Desi, fungsionaris dari Banyumas. Sebelumnya Patriana Desi memberikan informasi kepada peserta rakor berdasarkan hasil konsultasi dengan salah seorang notaris di Purwokerto. Para peserta berharap, legalitas segera di urus untuk meneguhkan posisi organisasi.

Pembahasan lebih lanjut berupa koperasi terasa lebih hangat. Pasalnya, pengalaman masing-masing peserta untuk urusan ini lebih bervariatif. Masing-masing menyampaikan usulannya. Informasi beragam dari banyak peserta memperkaya khasanah.

Acara diakhiri sekitar pukul 21.30 WIB.

Pembahasan serius tapi santai
Pembahasan serius tapi santai
Ketua Umum, Triyoga, memandu acara
Ketua Umum, Triyoga, menyimak pendapat peserta.
Contoh portal desa dalam paparan tentang website.
Contoh portal desa dalam paparan tentang website.
Tetap semangat dan ceria
Tetap semangat dan ceria

 

BAGIKAN
Berita sebelumyaDiskusi Kewenangan Desa
Berita berikutnyaKerjasama Desa
Suami dari seorang istri dan ayah dari tiga anak yang ingin hidup sejahtera bersama saudara, para tetangga, dan masyarakat. Sekarang masih dipercaya sebagai Ketua Badan Kerjasama Antar Desa Kec. Kebasen Kab. Banyumas Prov. Jawa Tengah. Suka membaca dan berteman.

8 KOMENTAR

  1. Semoga menjadi wadah yang bisa mengakomodir pemikiran anggota dan mampu menyejahterakan seluruh komponen asni

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here