Pengembangan Kawasan Wisata Watumeja

4
392
Salah satu andalan Ajang Pulang Kampung Festival

Destinasi wisata Watumeja sudah terkenal. Sejak diunggah di media sosial sekitar tahun 2014, hingga kini masih banyak pengunjung. Keindahan panorama alam seperti terpampang di pelupuk mata. Kelok aliran sungai Serayu, jalan raya, rel kereta api, hijau perbukitan di sekitarnya, dan hamparan sawah di bawah sana, begitu mempesona. Siapapun yang sudah pernah datang ke sini, pasti merindukan kembali berkunjung.

Pengunjung yang datang bisa menikmati sunset dan atau sunrise juga, meski tak begitu sempurna. Pendaran cahaya sore yang memantul pada awan, terlukis indah di depan mata. Andai kita berada di sana di tengah malam, maka kerlap kerlip lampu kendaraan terlihat seperti kunang-kunang yang berjalan rapi. Suasana tenang seakan membenarkan mitos tentang Sunan Gunung Jati yang pernah bertafakur di sana.

Hilang penat dan suntuk akibat rutinitas kerja, akan hilang. Meski harus berhati-hati di sana, Watumeja tetap ramah untuk wisata bagi anak-anak. Tak perlu khawatir akan haus dan lapar yang melanda. Para penduduk sekitar sudah tertata lapak jualannya. Tentu saja sajian yang dihidangkan, khas pedesaan.

Selain berbatasan dengan Desa Gambarsari, Watumeja yang masuk wilayah Desa Tumiyang, juga berbatasan dengan Desa Kebasen. Ketiga desa itu secara administatif berada di kecamatan Kebasen kabupaten Banyumas.

Panorama Indah dari Watumeja

Potensi Pengembangan

Tak jauh dari lokasi Watumeja, ada beberapa tempat yang layak dikunjungi. Di sebelah barat daya terdapat Gua Jepang. Gua ini berada di Desa Gambarsari. Tempat mengintai para pejuang kemerdekaan ini memang masih belum dibuka akses jalannya. Pemerintah Desa Gambarsari sudah merencanakan hal itu. Namun sebelumnya terkendala pengerjaan proyek nasional berupa terowongan kereta api guna rel ganda.

Sedang di sisi timur ada makam gunung Puncu. Makam itu menjadi salah satu tujuan wisata religi. Konon cerita nya, makam itu adalah peristirahatan seorang juru dakwah Islam di daerah Kebasen. Sayangnya, sampai saat ini cerita itu belum sempat ditelusuri.

Posisi lapangan kecil yang berada di bawah gunung Puncu menjadi arena parkir kendaraan. Sayangnya sampai saat ini, jalan aspal belum tergarap. Proyek pengerjaan aspal dari Desa Tumiyang belum sampai ke atas. Masih sekitar 200 meter dengan kondisi jalan cukup terjal. Sudut elevasi sedikit lebih dari 45 derajat.

Pada lembah Watumeja di sebelah utara, sudah mulai di rintis adanya Taman Argowisata. Luasnya baru sekitar 3800 meter persegi. Taman Agrowisata yang diberi nama “Edi Peni” dikerjakan oleh masyarakat setempat dengan dukungan dari Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) Kec. Kebasen.

Potensi lain yang bisa dikembangkan adalah wisata air. Tak jauh dari Watumeja, di daerah aliran sungai Serayu, terbentuk delta. Wisata air menggunakan perahu untuk mengitari delta tersebut sangat memungkinkan. Bahkan, beberapa tahun yang lalu pernah dilakukan survei oleh Pemkab. Banyumas guna itu. Sayangnya sampai saat ini, tak jua terealisasi.

Kamu bisa narsis begini di Taman Agrowisata “Edi Peni”.

Kerjasama Antar Desa

Pengembangan kawasan wisata Watumeja memerlukan dukungan semua pihak. Ketiga pemerintah desa, masyarakat, Perhutani, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Banyumas, perlu membahas dan mengerjakannya secara bersama-sama. Penyertaan modal desa pada Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) dan atau BUMDesa Bersama, guna mengembangkan potensi ini sangat memungkinkan. Sedang pengelolaan bersama kawasan wisata antara ketiga desa bisa dilakukan dengan skema kerjasama antar desa.

Pendampingan pengelolaan bersama dalam bentuk BUMDesa dan atau BUMDesa Bersama bisa dilakukan oleh OPD terkait. Perhutani sebagai pemangku wilayah kehutanan perlu dukungan masyarakat dan pengunjung akan kesadaran menjaga kelestarian. Tidak membuang sampah sembarangan, menyalakan api, dan atau iseng mencuri batok-batok kelapa yang berisi sadapan getah pinus. Sedang masyarakat di sekitar kawasan tersebut bisa mengambil manfaat dari sisi ekonomi. Banyaknya pengunjung yang datang adalah potensi meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan mereka.

Pengelolaan bersama dalam skema kerjasama antar desa, menjadi panduan bagi masyarakat. Pada kesepakatan kerjasama antar desa yang tertuang dalam Peraturan Bersama Kepala Desa (Permakades) nantinya, akan memperjelas masing-masing koridor kegiatan masyarakat di ketiga desa tersebut. Pada sisi mana mereka akan melakukan aktifitas tanpa menganggu warga desa lain, yang hak dan kewajibannya sudah sama-sama diatur dalam Permakades tersebut.

Petik sayuran sendiri, siap dimasak, dan dimakan di lokasi Taman Agrowisata “Edi Peni”.

Meningkatkan kesejahteraan masyarakat

Hasil akhir dari pembangunan di desa adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pengembangan kawasan wisata Watumeja pun semestinya demikian. Semakin banyak pengunjung yang datang di kawasan wisata Watumeja akan berdampak secara ekonomi. Apalagi pengelolaan yang dilakukan dalam skema kerjasama antar desa akan berdampak pada skala otonomi dan ekonomi.

Kekuatan baik dari sisi modal kapital atau sosial akan lebih mudah dihimpun. Ketiga desa yang berbatasan langsung akan melakukan sumbangsih guna saling memperkuat. Ketika Desa Tumiyang sendiri menyangga beban pengembangan, tentu sangat berat. Dukungan pengembangan disekitarnya menjadi kegiatan bersama yang dilakukan oleh Desa Gambarsari dan Kebasen.

Pembagian kerja yang disepakati antara ketiga desa tersebut jelas mempermudah pekerjaan. Apa yang harus dilakukan oleh masing-masing desa, segera bisa dilakukan. Termasuk dalam hal pengawasan aktifitas masing-masing warga agar tidak saling merugikan satu sama lain.

Salam.

Salah satu andalan Ajang Pulang Kampung Festival. Dok: www.pulkamfest.or.id

 

BAGIKAN
Berita sebelumyaPetunjuk Teknis BUMDesa Bersama
Berita berikutnyaTidak Ikut Membela yang Tak Perlu Dibela
Suami dari seorang istri dan ayah dari tiga anak yang ingin hidup sejahtera bersama saudara, para tetangga, dan masyarakat. Sekarang masih dipercaya sebagai Ketua Badan Kerjasama Antar Desa Kec. Kebasen Kab. Banyumas Prov. Jawa Tengah. Suka membaca dan berteman.

4 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here