Pesan Moral dalam Film Kungfu Panda

0
595
Sumber: www.anidl.org

Sejak kecil Ata suka lihat film Kungfu Panda. Berulang kali dia ingin melihat film tersebut. Sepertinya tak pernah bosan. Saking suka nya sampai-sampai aku beri label susu kedele yang istri ku buat dengan nama Sule Panda. Waktu itu kami masih berjualan susu kedele tiap hari Minggu pagi di GOR Purwokerto.

Tokoh sentral berupa panda bernama Po terpilih menjadi “The Dragon Warrior”. Bukan sebuah kebetulan, Oogway, sang maha guru, memilihnya. Terbukti Po mampu mengalahkan Tai Lung yang berniat menguasai ilmu tertinggi dalam gulungan naga. Nafsu besar Tai Lung membuatnya harus di penjara karena memporakporandakan istana Giok.

Dalam sebuah hadits pun disebutkan bahwa musuh terbesar kita adalah hawa nafsu.

Koleksi film Kungfu Panda 1, 2, dan 3 masih tersimpan di laptop. Saat senggang aku kadang memutarnya. Ada pesan moral yang selalu aku rindukan. Kualitas film tidak saja pada beningnya gambar, alur cerita yang mudah dipahami, gerak visual tiap tokoh yang luwes, akan tetapi pesan moral yang dibawa menjadi daya tarik sendiri.

Film-film berkualitas seperti ini tak pernah membosankan. Film Laskar Pelangi yang sarat pesan moral pun lebih dari tiga kali aku lihat. Begitu lah seharusnya sebuah tontonan. Tidak sekedar hiburan tapi juga memberikan tuntunan. Tergantung dari sudut mana kita memandang.

Berikut beberapa pesan moral dalam film Kungfu Panda:

Kungfu Panda 1:

Tak ada sesuatu yang istimewa, kecuali diri mu sendiri. Percaya lah pada kemampuanmu.

Setiap diri memiliki keistimewaan. Allah SWT sudah menciptakan setiap anak manusia dengan keistimewaan sendiri-sendiri. Tak ada yang tak istimewa. Hanya mereka yang tak bisa mensyukuri lah yang mengingkari. Tidak sedikit yang menyalahkan diri dan keadaan serta menjadikannya kambing hitam saat keinginannya tak terwujud.

Pesan ini terkuak dalam gulungan naga. Saat master Shifu memberikan gulungan naga pada Po, terlihat kosong. Tak ada apa-apa dalam gulungan itu. Hanya ada bayangan diri sendiri. Awalnya Po kecewa. Dia merasa dibohongi. Gulungan naga yang sempat membuat iri para sahabatnya, The Furior Five, tak lebih dari gulungan kosong tanpa tulisan.

Po baru menyadari bahwa tak ada rahasia istimewa selain diri sendiri, karena ucapan ayah angkatnya. Dia sadar bahwa tak ada kekuatan yang lebih daripada percaya pada kemampuan sendiri. Karena sebenarnya, setiap kita adalah pribadi yang istimewa.

“Untuk membuat sesuatu menjadi istimewa, kau cuma harus percaya bahwa itu istimewa,” demikian nasihat Mr. Ping pada Po.

Takdir pertempuran antara Po dan Tai Lung terjadi. Tai Lung ingin merebut dan menguasai gulungan naga yang telah lama dia incar. Po yang baru belajar Kungfu tentu kalah teknik. Namun demikian, Po memiliki banyak akal sehingga pertempuran menjadi agak seimbang.

Saat Tai Lung berhasil merebut gulungan naga dari Po dan membukanya, dia pun kaget. Po sudah menasehati. Tapi nasehatnya tak didengarkan. Sampai akhirnya mereka meneruskan pertempuran.

Kungfu Panda 2:

Tidak terlalu penting kamu berasal darimana. Tapi yang terpenting, sekarang kamu jadi apa dan mau apa.

Po masih sering bertanya-tanya. Mengapa diri nya sangat berbeda dengan ayahnya. Perbedaan fisik menjadi alasan munculnya pertanyaan itu. Dia sangat ingin mengetahui siapa dia sebenarnya. Dia mulai tak percaya pada ucapan Mr. Ping yang telah mengasuhnya sejak kecil. Tapi dia juga tak ingin menyakiti hati Mr. Ping.

Rasa keingintahuan Po akan asal usulnya, membuat dia semakin galau. Saat perjalanan menuju kota Gongmen, dia selalu dihantui gambar Tatto yang terdapat dalam prajurit Srigala. Lamat-lamat dia ingat, prajurit dengan gambar Tatto itu lah yang membuatnya terpisah dengan keluarga nya.

Prajurit ini adalah anak buah Tuan Sheng. Seorang anak raja yang terjebak dalam dunia hitam. Dia memiliki nafsu besar untuk menguasai seluruh China. Rupanya, Tuan Sheng lah yang telah membunuh keluarga nya.

Saat pertempuran dengan Tuan Sheng dan anak buahnya, Po terkena meriam. Dia terbawa arus sungai dan diselamatkan oleh Sootsayer, peramal yang mengabdi pada kedua orang tua Tuan Sheng.

Dia lah yang menasihati Po untuk tidak terlalu memikirkan masa lalu. Kuburlah masa lalu yang menyakitkan. Yang paling penting, siapa kamu sekarang, dan mau berbuat apa.

“Cerita awalmu mungkin tidak menyenangkan. Tapi, itu tidak berarti adalah siapa kamu. Akhir cerita yang menentukannya. Kamu yang akan menentukan menjadi apa,” begitu nasihat Sootsayer.

Nasihat itu pula yang Po sampaikan ke Tuan Sheng saat pertempuran mereka terakhir. Po menasehati agar Tuan Sheng melupakan masa lalu yang menyakitkan. Bayangan itu hanya akan menambah sakit hati dan menambah besar rasa dendam.

Kungfu Panda 3:

Jika kamu menginginkan terlalu banyak, maka kamu tak akan mendapatkan apa-apa. Jangan serakah.

Pesan ini tersemat pada kelakuan Jenderal Kai. Sosok kerbau yang pernah menjadi panglima perang di China ini tergambar serakah. Keserakahan ini merasukinya saat dia melihat rekannya yakni Oogway, mendapat kekuatan Chi. Dia ingin memiliki dan menguasai seluruh kekuatan Chi tersebut.

“Kapan kau menyadari, semakin banyak yang kau ambil, semakin sedikit yang kau dapat”, demikian ujar Oogway pada Jenderal Kai.

Diceritakan bahwa kemudian terjadi pertempuran antara Oogway dan Jenderal Kai pada sekitar 500 tahun yang lalu. Jenderal Kai bisa dikalahkan oleh Oogway. Kedua sahabat yang sebelumnya bahu membahu membasmi kejahatan, harus bertempur. Ini karena Jenderal Kai yang menginginkan semua kekuatan Chi.

Rupanya Jenderal Kai kembali. Dia telah lama berlatih dan menambah kekuatan diri agar bisa mengalahkan Oogway. Jenderal Kai berhasil.

Keserakahan Jenderal Kai bisa dihentikan oleh Po. Dia yang kembali berkumpul bersama keluarga Panda, menguasai kekuatan Chi. Menyatu dengan habitat asli Panda, membuat Po bahagia. Apalagi sang Ayah sendiri yang mencari nya. Sang ayah, Li Shan, membawa Po kembali desa para Panda.

Pada pertempuran di dunia fana, Po tak berhasil mengalahkan Jenderal Kai. Akhirnya dengan jurus Wuxi, dia membawa Jenderal Kai di dunia roh. Pertempuran sengit terjadi di sini. Po yang sudah merasakan ketenangan batin, mampu mengimbangi Jenderal Kai. Tentu saja dengan dukungan kekuatan Chi dari Ayah, keluarga, dan teman-temannya.

Meski hanya sebuah film animasi yang berdasar pada dongeng, film Kungfu Panda, memberi banyak pelajaran. Kamu bisa saja mengambil pelajaran lain. Tontonan yang bisa memberi tuntunan, menurutku, lebih menarik.

Sumber: www.anidl.org
Sumber: www.anidl.org
BAGIKAN
Berita sebelumyaKampanye Pertanian Alami
Berita berikutnyaMempertimbangkan Keberpihakan
Suami dari seorang istri dan ayah dari tiga anak yang ingin hidup sejahtera bersama saudara, para tetangga, dan masyarakat. Sekarang masih dipercaya sebagai Ketua Badan Kerjasama Antar Desa Kec. Kebasen Kab. Banyumas Prov. Jawa Tengah. Suka membaca dan berteman.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here