Resolusi 2019: Kembali Aktif Menulis

0
157
Kunjungi

Tahun 2018 lalu, rasa malas menulis, menjangkit. Sejak Januari hingga Desember kemarin hanya ada 13 judul tulisan. Sangat minim. Jika dibandingkan dengan biaya perpanjangan domain tentu tidak berimbang. Padahal bukan tak berkegiatan. Aktifitas pekerjaan, keluarga, pemberdayaan, dan ide-ide tulisan, pun tak pernah sepi. Namun menuangkan, menyelesaikan, dan memposting terasa hilang selera.

Keengganan menulis dimulai dari tak sedapnya postingan tentang politik yang membosankan. Bertebaran berita hoax, polemik, debat kusir, dan saling menjelek-jelekkan yang menghiasi dinding sosial media, memperparahnya. Ingin rasanya meng-unfriend mereka. Namun, kegamangan akan stigma sebagai pendukung yang berseberangan dengan mereka, pasti akan tersematkan. Maka, perlahan mulai menyingkir dari sosial media.

Sebenarnya, itu tak bisa dijadikan alasan. Karena sebagai jiwa merdeka, hidup kita tak seharusnya dikendalikan oleh faktor eksternal. Sayangnya, lemahnya komitmen, membuatku demikian. Enggan menuliskan apa yang dikerjakan, apa yang menjadi gagasan, dan apa yang semestinya disampaikan kepada publik.

Prasangka buruk

Keengganan menulis dimulai dari prasangka buruk. Bahwa tulisan selain politik akan terabaikan. Masyarakat kebanyakan dari berbagai latar belakang yang latah dalam postingan berbau politik lebih tertarik mencermatinya. Tema-tema lain akan terpinggirkan. Rasanya sia-sia menuliskan sesuatu yang tak berbau politik. Namun, terbawa arus latah berbicara politik pun, aku enggan. Bukan kapasitasnya. Takut membawa keburukan pada masyarakat.

Nyatanya prasangka itu ibarat doa. Bersliwerannya berita-berita politik semakin gencar. Maka keengganan itu pun semakin besar. Harusnya cara berpikirnya berbeda, semakin gencar berita hoax tersebar, selalu ada yang merindukan berita baik. Peran itu mestinya aku ambil. Sayangnya penyesalan selalu datang di akhir. Terlalu banyak momen bagus yang tak terekam dalam tulisan.

Resolusi

Menulis adalah kehidupan. Orang pandai yang enggan menulis, akan hilang ditelan oleh zaman. Karya-karya besarnya semasa hidup, akan terlupakan jika enggan menulis. Masih beruntung jika ada pihak lain yang mau menuliskannnya. Andai tidak, seperti telapak kaki yang tersapu deburan ombak di pantai. Hilang tak berbekas.

Meski sampai hari ini belum menerbitkan buku, tulisan sederhana mesti tetap disajikan. Selain sebagai pengingat, apa yang kita tuliskan akan memperkaya khasanah, dan mungkin akan bermanfaat bagi pembaca. Karena sesuatu yang kita anggap sepele, mungkin sangat berharga bagi orang lain.

Resolusi saya di tahun 2019 adalah: “Kembali Aktif Menulis”.

Apapun resolusimu di tahun 2019 ini, jangan lupa: Ganti Kalender… hehe….

BAGIKAN
Berita sebelumyaInisiasi Kerjasama Antar Desa Singingi Hilir – Riau
Berita berikutnyaUjicoba Overpass Kebasen
Suami dari seorang istri dan ayah dari tiga anak yang ingin hidup sejahtera bersama saudara, para tetangga, dan masyarakat. Sekarang masih dipercaya sebagai Ketua Badan Kerjasama Antar Desa Kec. Kebasen Kab. Banyumas Prov. Jawa Tengah. Suka membaca dan berteman.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here