Sisi Lain Musda I Assosiasi UPK Jawa Barat (edisi ke-1)

0
419

Apapun istilah yang tepat, yang jelas aku menikmatinya. Perjalanan malam dengan kereta kelas ekonomi dengan harga batas atas pun tak masalah. Masih lebih baik daripada naik bis yang nggak jelas kapan sampainya. Truk-truk besar masih melintas di jalur selatan karena jembatan di Comal Pemalang masih belum bisa dilewati kendaraan dengan tonase berlebih.

Jam 12 malam aku sampai di Stasiun Ciledug Cirebon. Sekitar 15 menit menunggu Gonus (Ury Nurhidayat) menjemput. Maka tatkala makan nasi goreng di pinggir jalan jelas membuat iri Fiyan (Arfiyan) and the gank dari Temanggung Jawa Tengah. Cukup tahu aja bagaimana mereka muter-muter mencari jalan ke Kuningan Jawa Barat. Selamat menikmati perjalanan, kawan… hehe…

Agenda pagi jam 7 tepat guna mengisi acara live talkshow di televisi lokal Cirebon membuat kami (Saya dan Ury) mesti belajar. Bukan remidi, antisipasi salah ngomong dan menghindari jawaban asbun (asal bunyi). Sisi penyelenggaraan Musda I Assosiasi UPK Jawa Barat bagiannya Ury. Aku belajar dari sisi tupoksi Assosiasi UPK Nasional dan agenda-agenda ke depan.

Terkapar di kasur depan televisi tanpa mengabaikan Ury, ternyata lebih nikmat. Karena saat subuh aku bisa shalat awal waktu dan disuguhi teh sama Mamake Lutfi. Sedang Gonus masih asyik sama mimpi-mimpi indahnya (mungkin).

Perjalanan ke stasiun Radar Cirebon TV (RCTV) sebagai stasiun televisi lokal terbesar di wilayah Ciayu Majakuning (Cirebon Bumiayu Majalengka Kuningan) ini butuh waktu sekitar 1 (satu) jam perjalanan dari Pasaleman (rumah Ury). Akang Avif Rivai ternyata sudah menunggu kami. Briefing singkat terkait persiapan live show dilakukan.

Baru tahu kalau acara live talkshow tak ubahnya juguran biasa. Maka siap diri untuk santai menjalani menjadi lebih percaya diri. Sampai terjadi insiden sebanyak 3 (kali) yang memutuskan acara di tengah wawancara. Mulai dari pemadaman listrik tanpa pemberitahuan dari PLN, konslet kabel, dan meletusnya lampu laksana bom. Untung saja tak berprasangka buruk ini sabotase… hehehe…

Tapi yang jelas, gangguan berturut-turut ini jelas menganggu konsentrasi kami, orang desa yang baru pertama nongol di televisi. Jawaban-jawaban yang sudah dipersiapkan, banyak yang tak terucap. Perkiraan jadwal yang semestinya selesai sekitar jam 8 pun jadi molor hingga jam 9 pagi.

Pulang dari studio sudah direncanakan melanjutkan perjalanan ke Kuningan dimana Musda I Assosiasi UPK Jabar diselenggarakan. Namun sayang disayang, gejala masuk angin hebat yang kemudian di susul migren kuat membuat terkulai sepanjang perjalanan Pasaleman – Hotel Ayong Linggarjati. Sesekali terjaga, terkulai lagi.

Maka tatkala Pak Ujang menunjuk kamar hotel, bergegas menuju ke sana adalah impian yang menjadi kenyataan. Meski kemudian datang kawan-kawan dari Temanggung, rasa sedikit berkurang karena guyonan. Saat tukang urut yang dipanggil datang, kawan-kawan pun meninggalkan kamar. Alhasil tubuh yang tadinya halus mulus langsing ini berubah menjadi hiasan macan loreng karena kerokan.

Maka, nikmat yang mana lagi yang akan kau dustakan?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here