Sisi Lain Musda I Assosiasi UPK Jawa Barat (edisi ke-2 habis)

0
165

Pijatan dan kerokan membuat badan terasa enteng. Namun migren masih bersemayam. Meski Ury sudah berbaik hati mencarikan obat masuk angin dan sakit kepala, urung ditemukan. Untung saja sang Ketum Assosiasi UPK Nasional, Dwi Purnomo, mau membelikan saat aku minta tolong. Aku pikir pasti mau Pak Dwi mau mampir sebentar ke minimarket.

Benar saja saat asyik dibelai kasur dan selimut hotel yang lembut, telpon berkali-kali berdering. Ternyata Bang Iwan (Temanggung) yang menghubungi bahwa Pak Dwi sudah datang dan membawa pesananku (hehe…). Dengan mata yang masih agak kabur, aku bergegas ke kamar 220 dimana mereka berkumpul. Sesaat kemudian aku salami satu persatu mereka, termasuk rombogan dari kabupaten Brebes.

Berbasa-basi sebentar kemudian ngacir ke kamar dan mabok lagi.

Saat malam menjelang, rasa sakit semakin berkurang. Tapi perut mengajukan tuntutan. Santap malam pun dilanjutkan, rasanya sudah enak. Paska itu badan semakin fit sampai bisa mengikuti acara persiapan aksi ke Jakarta.

Sesaat kemudian aku berkumpul dengan kawan-kawan dari Ciamis, Pangandaran, dan Majalengka di kamar. Pokok bahasan tak jauh dari persiapan Festival Desa TIK yang akan dilaksanakan akhir September 2014. Perbincangan ini merupakan lanjutan diskusi di Rumah Desa Indonesia (RDI) Banyumas beberapa waktu yang lalu.

Ada Kang Tarjo (Faskeu Ciamis) dan Aboer Chakra Boerty yang mau datang ke hotel Ayong. Kemudian ada Kang Yoyon (Pangandaran) yang juga Korbid Komunikasi, Media Massa, dan Informasi Assosiasi UPK Nasional, ada Solehudin dan juga Juniar Sundara. Kalo Gonus nggak perlu di absen, sudah pasti ada.

Sebagai Ketua III Assosiasi UPK Nasional yang membidangi komunikasi, media massa, dan informasi, peningkatan kapasitas pengurus UPK dalam kaitan pemanfaatan TIK guna perjuangan dan pemberdayaan, maka momen ini saya rasa tepat. Dalam kegiatan ini akan disampaikan bagaimana masyarakat bisa memanfaatkan TIK dalam kaitannya pemberdayaan. Kemudian untuk UPK, saya minta kepada panitia, Kang Aboer dan Kang Tardjo untuk diberi kelas sendiri buat UPK.

Kemanfaatan TIK untuk saling berbagi, saling memotivasi, dan menyampaikan kerja-kerja UPK baik kepada masyarakat maupun kepada pemerintah masih belum masif. Dalam obrolan santai sesuai rencana dan memenuhi utang janji, maka aku pamitan sama Gonus.

“Maaf, Mas Bro. Besok aku ikut ke Majalengka dan Ciamis. Lagu Shaggy Dog mu tetap aku ingat. Apalagi yang… (sensor) hehehe”.

Paska kawan-kawan dari Majalengka pulang, tak berapa lama perut menuntut. Santap malam tadi ternyata masih kurang. Santap mie mampu membuat tidur menjadi nyenyak.

Pagi seusai sarapan ternyata kepala kembali senut-senut. Obat sakit kepala aku minum lagi. Niatan sih cuma tidur-tiduran, eh malah tidur beneran. Sekitar jam 10 pagi aku terjaga. Ingat kalau pagi ini diberi sesi sebentar maka setelah berbenah, segera aku ke ruang rapat Musda. Ternyata belum selesai.

Apa karena memang terburu-buru atau bagaimana, saat kembali ke kamar mengambil FD guna copy rekaman live talkshow di RCTV, pintu terkunci dan kunci tertinggal di kamar. Yah…

Lagi-lagi Gonus sang pahlawan beraksi. Dia yang kemudian mencari pihak resepsionis, membawa kunci cadangan.

Sesi pagi aku diberi waktu oleh Pak Ujang, sedikit membeberkan konsep BUMADes dan rencana kegiatan Festival Desa TIK di Majalengka. Aku merasa bersyukur, karena saat selesai waktu sudah mendekati shalat Jum’at. Pak Ahmad Yusuf dari Dewan Pengurus Nasional Ikatan Pelaku Pemberdayaan Masyarakat Indonesia (DPN IPPMI) pun tak kebagian waktu mengisi.

Sebenarnya ada harapan kalau di Musda ini akan terbentuk Forum BKAD se-Jabar. Tapi ternyata belum bisa. Ya, nggak papa sih.

Maka, nikmat yang mana kah lagi yang akan kau dustakan?

BAGIKAN
Berita sebelumyaSisi Lain Musda I Assosiasi UPK Jawa Barat (edisi ke-1)
Berita berikutnyaNice Trip to Majalengka and Ciamis (edisi ke-1)
Suami dari seorang istri dan ayah dari tiga anak yang ingin hidup sejahtera bersama saudara, para tetangga, dan masyarakat. Sekarang masih dipercaya sebagai Ketua Badan Kerjasama Antar Desa Kec. Kebasen Kab. Banyumas Prov. Jawa Tengah. Suka membaca dan berteman.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here