Ternyata yang Biasa Bisa Terlihat Luar Biasa

2
381
Praktik pembuatan minuman herbal

Meski sudah berlalu tiga tahun yang lalu, ternyata Bu Tati Kancaniyati masih ingat. Sesaat setelah mengisi materi, beliau berujar: “Sepertinya saya tak asing dengan Mas ini”. Memorinya masih kuat. Karena saat kami berujar: “kami memang pernah ke sini,” beliau pun menimpali bahwa waktu itu banyak peserta.

Kunjungan saat itu, ke Wisata Kampung Bisnis Tegalwaru, memang bersama rombongan teman-teman UPK (Unit Pengelola Kegiatan) eks PNPM MP dan BKAD (Badan Kerjasama Antar Desa) se-Kab. Banyumas. Ketertarikan ini pula yang membuat kami memutuskan kembali berkunjung ke sini.

Wisata Kampung Bisnis Tegalwaru

Para Kepala Desa di kec. Kebasen perlu diperkenalkan dengan konsep wisata kampung bisnis ini. Wisata tidak harus identik dengan spot selfi, keindahan alam, pemanfaatan sumberdaya alam, atau wisata hura-hura. Kunjungan ke UKM-UKM di desa pun bisa dikemas menjadi sebuah destinasi wisata.

Kunjungan ke UKM

Kunjungan pertama ke perkebunan tanaman herbal. Ibu Sutiah selaku pengelola menjelaskan dengan sumringah. Meski sudah berusia 72 tahun, suaranya masih terdengar jelas. Semangatnya pun kentara. Menurut pengakuannya, salah satu faktor penunjang kesehatan tentu mengkonsumsi yang herbal. Untuk mempermudah konsumsi, tersedia dalam bentuk kemasan kapsul hasil ekstrak tanaman herbal dengan berbagai khasiat.

Praktik pembuatan minuman herbal
Praktik pembuatan nata de Coco

Peternakan domba secara komunal menjadi destinasi kedua. Bau tak menghalangi para Bapak untuk berjalan-jalan di kandang yang berbentuk panggung. Terlihat ada beberapa mahasiswa dari IPB sedang praktik di sana. Satu kandang besar tersebut mampu menampung ratusan ekor domba. Karena menurut salah satu pengelolanya, masyarakat di Bogor dan sekitarnya lebih menyukai domba daripada kambing biasa.

Kandang domba komunal

Kunjungan terakhir di tempat workshop wayang golek (boneka). Pengrajinnya dalam membuat karakter wayang tak memakai sketsa. Semua sudah terimajinasi dalam otaknya. Ini yang unik dan tentu sulit ditiru. Pengerjaan yang membutuhkan waktu sekitar satu minggu hingga finishing, membuat harga pun cukup pas di kantong.

Tempat workshop wayang golek

Mengubah cara pandang

Tulisan tentang wisata kampung bisnis Tegalwaru pernah saya ulas di sini.

Tersihir dan Tersindir di Kampung Wisata Bisnis Tegalwaru

Sebagai seorang socialpreneur, Bu Tati mengubah cara pandang orang desa. Kegiatan-kegiatan UKM di Tegalwaru disulap menjadi destinasi wisata dengan kemasan menarik. Bahkan, tak sedikit Kepala Desa yang berbisik: “begini sih ditempat kita banyak”.

Penjelasan tanaman herbal

Langsung aku timpali. Bedanya kalau di sini di kemas menjadi wisata bisnis, sedang ditempat kita dibiarkan begitu saja. Bagi kita yang terlihat biasa menjadi luar biasa saat mampu mengemasnya. Kemudian kepada Bu Kades Cindaga, aku berujar: “dengan Rumah Digital Desa, bisa kita viralkan potensi di Cindaga, Bu”.

Sentra jagung manis, perkebunan pepaya california di pinggir Serayu, jembatan Sukarno dan Suharto, serta Rumah Digital Desa Cindaga bisa di kemas. Kendaraan rombongan bisa ditempatkan di lapangan desa. Lalu setelah presentasi di balai desa, kita ajak keliling. Beliau Ibu Kades pun sepakat.

Juragan domba. Semoga 😊

Video kunjungan bisa dilihat di link berikut:

https://youtu.be/TmetdVR1pJs

 

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here