The Mukidi Series

2
235
Kopi Mukidi. Dok: kopimukidi.com

Nama Mukidi tentu tak asing. Humor Mukidi sedang viral. Tak hanya di grup-grup media komunikasi dan sosial, humor Mukidi pun menyebar melalui media online. Tak ketinggalan, Tribunnews dan Merdeka mengunggah postingan humor Mukidi.

Cerita-cerita lucu memposisikan Mukidi sebagai obyek guyonan. Kadang Mukidi berperan sebagai anak-anak, pelajar, polisi dan masih banyak lagi. Meledaknya tawa selalu terjadi saat Mukidi melakukan atau berkata sesuatu. Mukidi menjadi tokoh sentral.

Pemilik nama Mukidi mungkin agak dongkol. Siapa yang memulainya? Tak jelas.

Untung saja, pemilik nama Mukidi (42 tahun) yang aku tahu, tak marah. Beliau adalah petani kopi di daerah Temanggung – Jawa Tengah. Saat aku singgung tentang ini, beliau ringan menanggapi viral guyonan ini. Dengan enteng beliau menjawab: “Semoga ada hikmahnya, Mas”.

Versi Guyonan

Pada versi kena tilang, Mukidi berhasil menipu oknum Polisi yang menilangnya.

Saat dia mengendarai motor dan kena tilang, dia tak bawa uang. Lalu Mukidi menawari rokok. Sang oknum Polisi mengiyakan. Bergegas Mukidi menyeberang jalan menuju warung. Dia bilang disuruh oknum Polisi untuk membelikan rokok.

Karena lokasi warung agak jauh, sang oknum Polisi tak mendengarkan dialog antara Mukidi dan penjaga warung. Setelah rokok diberikan, Mukidi tak kena tilang. Namun setelah itu, penjaga warung menagih bayaran rokok yang diambil Mukidi tadi. Sang oknum Polisi marah bukan kepalang.

Tribunnews menuliskan salah satu versi cerita Mukidi. Judulnya: Masuk Tentara.

Alkisah, sedang terjadi dialog antara guru dan para murid di sebuah sekolah dasar. Saat sang guru menanyakan siapa yang mau masuk surga, semua anak angkat tangan, kecuali Mukidi. Lalu sang guru bertanya lagi, siapa yang mau masuk neraka, semua anak geleng kepala dan bilang tidak mau, kecuali Mukidi.

Karena penasaran, sang guru mendekati Mukidi dan bertanya mengapa dia diam saja. Mukidi mengatakan wasiat Ayah nya sebelum meninggal: “Mukidi… Apapun yang terjadi kamu harus masuk TENTARA”.

Versi-versi lain tentu kamu lebih kaya koleksi.

Bukan Petani Kopi Biasa

Kita beralih pada Mukidi si petani Kopi. Mukidi bukan petani kopi biasa. Gagasannya untuk menanam kopi di lahan kritis di lereng Gunung Sumbing, karena keprihatinan. Banyaknya lahan kritis di sana membuatnya tergerak. Namun demikian, Mukidi tidak mengaplikasikan cara tanam konvensional. Dia mengenalkan model tumpangsari.

Sekarang, ayah dari 2 (dua) orang anak dengan satu istri ini tinggal di Dusun Jambon Desa Gandurejo Bulu Temanggung Jawa Tengah. Sedang lahan kritis yang dimanfaatkan berada di Desa Wonotirto, dimana Mukidi dilahirkan.

Bukan hanya tanaman produksi semisal kopi dan buah-buahan yang ditanam guna mengantisipasi terjadinya longsor. Dia juga mempelopori menanam sayuran yang dibutuhkan masyarakat. Singkat kata, Mukidi ingin memberdayakan masyarakat sekitar sesuai kondisi. Tak menyerah dengan kesulitan yang ada.

Usahanya menampakkan hasil. Mukidi mampu mengolah kopi dan menjualnya dengan cara berbeda. Olahan kopi di kemas menarik dan di jual via online. Pesanan datang dari berbagai penjuru Indonesia. Teknologi informasi dan komunikasi dia manfaatkan secara optimal.

Kopi yang diberi merk “Kopi Mukidi” ini memiliki banyak variasi. Ada kopi jowo, lanang, lamsi, mukidi, arabika, dan robusta. Bermacam variasi produk yang dihasilkan, merupakan olahan tangan Mukidi sendiri.

Sebagai seorang pemberdaya masyarakat desa, Mukidi tak segan membagikan ilmu nya kepada siapa saja. Jerih payahnya yang pantang menyerah, membuatnya masuk dalam nominasi Liputan6 Awards pada tahun 2013.

Kamu tertarik?

Silakan kontak Mukidi: 087 719 052 174 atau 081 227 973 978

Kopi Mukidi
Kopi Mukidi. Dok: kopimukidi.com
Sosok bersahaja Mukidi. Dok: kopimukidi.com
Sosok bersahaja Mukidi. Dok: kopimukidi.com

 

BAGIKAN
Berita sebelumyaRekreasi Bersama Tetangga
Berita berikutnyaKampanye Pertanian Alami
Suami dari seorang istri dan ayah dari tiga anak yang ingin hidup sejahtera bersama saudara, para tetangga, dan masyarakat. Sekarang masih dipercaya sebagai Ketua Badan Kerjasama Antar Desa Kec. Kebasen Kab. Banyumas Prov. Jawa Tengah. Suka membaca dan berteman.

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here