Ujicoba Overpass Kebasen

4
461
Peninjauan oleh Babinsa (@SakiminDiro)

Setelah menunggu lama, akhirnya ujicoba overpass Kebasen diberlakukan. Pembukaan jalan dari Purwokerto ke Cilacap melalui jalur Kebasen sudah dimulai per hari ini (Kamis, 10 Januari 2019). Selain untuk menguji kelayakan jalan, penyempurnaan di sana sini masih terlihat. Drainase, pengaman jalan, lampu, marka jalan, dan tentu masih banyak pekerjaan lain yang mesti diselesaikan.

Seperti yang kita ketahui, sejak tanggal 28 Mei 2018 jalur kendaraan dari Purwokerto ke Cilacap atau sebaliknya ditutup. Pembuatan overpass guna mempermudah pemberlakuan rel ganda kereta api membuat kebijakan ini diambil. Sejak hari itu, pengendara roda empat dialihkan melalui Rawalo. Sedang pengendara roda dua dibuatkan jalur alternatif tak jauh dari situ. Meski sering ditambal sana sini, jalur alternatif tetap tak nyaman dilewati. Namun begitu lah kenyataannya. Mesti sabar untuk menikmati fasilitas jalan yang lebih baik lagi.

Sebelum dibuka, jalur ini sudah ramai dikunjungi masyarakat. Pihak penanggungjawab proyek mengijinkan masyarakat untuk sekedar melihat hasil pekerjaan. Apalagi pemandangan ke arah sungai Serayu dan terowongan baru, instagramable. Bagi yang penasaran, silakan mencoba. Yang penting tetap berhati-hati, karena pengaman belum semua terpasang, lalu lalang kendaraan pun perlu diwaspadai.

Kondisi sementara. Dokumentasi: Radar Banyumas

Ikon

Overpass ini akan menjadi ikon baru di kecamatan Kebasen. Pasalnya untuk kabupaten Banyumas, baru disinilah adanya overpass. Orang akan mudah mengenal wilayah Kebasen, tatkala ingat overpass yang dilalui. Apalagi jika menyempatkan diri berfoto ria di sini. Rencana pembuatan overpass selanjutnya memang di perlintasan kereta api di Kaliwangi Rawalo.

Beberapa hari lalu, ketika masyarakat sudah diijinkan melihat-lihat, di media sosial sudah berseliweran foto-foto. Rasa penasaran menyeruak. Tak sedikit yang ingin melihat dan berfoto disana. Terlihat tadi tak sedikit pejalan kaki, sepeda motor, dan sepeda berhenti dan mengambil foto. Tampak sumringah.

Overpass yang panjangnya kurang lebih 500 meter ini menjadi sesuatu yang baru. Terasa melewati jalanan di ibukota. Hanya lebar jalan dan tonase yang tidak sama. Batasan maksimal kendaraan yang diijinkan melewati jalur ini hanya 8 ton. Oleh karenanya, Dinas Perhubungan akan memasang rambu-rambu tentang ini. Dikhawatirkan jika dibiarkan akan memperpendek umur overpass. Kerusakan jalan atau bahkan dinding penyangga bisa menimbulkan korban jiwa, jika kendaraan dengan tonase besar tetap melintas.

Salah seorang warga Desa Kebasen (@Hastuti)

Overpass Kaliwangi

Setelah proyek ini, menurut informasi rencananya juga akan dilakukan pembuatan overpass serupa di Kaliwangi Rawalo. Jika tiba masanya, jalan Purwokerto-Cilacap dan Purwoketo-Bandung akan ditutup pula. Pengalihan kendaraan akan dilakukan pula tentunya. Mungkin kendaraan kecil, akan dilewatkan jalur ini. Sedangkan kendaraan besar akan dialihkan melalui Ajibarang tembus Wangon.

Jika benar, tentunya volume kendaraan akan meningkat. Kewaspadaan mesti ditingkatkan. Apalagi sampai saat ini, lebar jalan sejak dari Desa Mandirancan sampai Gambarsari, terutama di Desa Tumiyang masih sempit dan berliku. Perawatan jalan di jalur ini masih hanya menambal saja. Perbaikan jembatan di Tumiyang yakni di Brug Menceng dan Kali Loning hanya menambah lebar sekitar 1 meter saja. Drainase di beberapa titik pun menggambarkan adanya pelebaran jalan yang signifikan. Sejak dulu jalur ini memang jalur alternatif.

Yang pasti ketika penambahan volume kendaraan nantinya, mesti diingatkan pada para pengguna untuk bersabar. Jalur ini tak begitu lebar, masih banyak anak-anak dan orang tua yang menyeberang jalan, beda dengan jalur utama di Rawalo. Pun demikian bagi warga, harus berhati-hati. Perhatikan kondisi jalan, jika memang aman baru lah menyeberang atau sekedar nongkrong di pinggirnya.

Dokumentasi pengerjaan. Oleh: @muktiutami
Dokumentasi Pengerjaan. Oleh: PT. KAI
Pengendara jalur alternatif. Foto oleh: @hexatography

Geliat mobilitas

Tentunya pembukaan jalan ini disambut antusias oleh warga pengguna jalan. Mereka yang hampir setiap hari melewati jalur ini, tentu sangat berterima kasih. Pasalnya selain akan mempercepat waktu, aspal jalan yang halus tidak mempercepat kendornya baut-baut pada kendaraan. Jalur alternatif yang dibuat, dengan lobang dimana-mana membuat totok-totok cepat rusak. Baut kendor, ban cepat aus, dan lebih lama perjalanan. Apalagi saat musim hujan, becek.

Para sopir koperades, bis mikro, dan kendaraan roda empat lain juga senang. Mobilitas warga akan kembali meningkat. Pulang pergi ke rumah saudara, kota, pasar, tempat hiburan, lebih mudah. Aktifitas ekonomi pun akan berimbas pula. Gaung tempat wisata seperti Watumeja di Desa Tumiyang, yang sempat terlupakan, akan terekspos lagi. Sedangkan rencana Pemdes Gambarsari untuk menjadikan jalur alternatif sebagai jalur wisata susur sungai Serayu, semoga bisa segera terealisasi.

Tentunya kami berharap pihak pemerintah tidak segera menerima pekerjaan sebelum pemegang proyek benar-benar menyelesaikan pekerjaannya. Pasalnya permasalahan drainase di Desa Mandirancan akibat pembuatan drainase baru yang satu paket dengan proyek Duplikat Jembatan Merah, sampai saat ini belum teratasi. Genangan air menjadi sarang nyamuk dan menimbulkan bau tak sedap. Air tak bisa mengalir karena lantai dasar di dekat jembatan lebih tinggi daripada saluran air yang lama. Teliti benar dalam evaluasi. Jangan sampai kecolongan lagi.

Melalui tulisan ini dan sebagai pengguna jalan yang hampir setiap hari melaluinya, kami sampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah. Selama proses pembuatan overpass kami terus berharap agar cepat selesai. Alhamdulillah terkabul.

Salam.

Peninjauan oleh Babinsa (@SakiminDiro)
Peninjauan oleh Babinsa (@SakiminDiro)
BAGIKAN
Berita sebelumyaResolusi 2019: Kembali Aktif Menulis
Berita berikutnyaBisnis Sosial BUMDesa
Suami dari seorang istri dan ayah dari tiga anak yang ingin hidup sejahtera bersama saudara, para tetangga, dan masyarakat. Sekarang masih dipercaya sebagai Ketua Badan Kerjasama Antar Desa Kec. Kebasen Kab. Banyumas Prov. Jawa Tengah. Suka membaca dan berteman.

4 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here