Wisata Pertapan Desa Gerduren

2
750
Pintu Masuk Pertapan

(Banyumas, 04/04/2021) Pilihan akhirnya jatuh ke Pertapan Gerduren. Tempat wisata alam di Desa Gerduren Kec. Purwojati – Banyumas. Beberapa kali liburan ke rumah Mbah di Tunjung Lor – Jatilawang hanya melewati saat dari dan ke Wangon lewat Gerduren. Wisata alam ini dikelola oleh BUMDesa “Usaha Mandiri” Desa Gerduren. Tentu tak lepas dari peran Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) “Pesona Gerduren”.

Selain karena dekat, relatif murah (HTM: 3 ribu rupiah), juga cocok untuk anak-anak yang suka eksplorasi (baca: bermain dan berlarian). Terlebih bagi Syamil (10 th) anakku yang kedua. Dia senang bermain di alam terbuka, seperti bukit, pegunungan, dan pantai. Dia semangat naik hingga ke puncak bukit tertinggi di Pertapan.

 

Selamat datang di Pertapan Gerduren
Cocok untuk bermain anak-anak

Lokasi

Bagi kamu yang tinggal di daerah Purwojati, Gentawangi, Tunjung Lor, tentu sudah familier. Karena tempat wisata ini sudah beroperasi sejak 2019. Pandemi covid19 menjadikan beberapa spot dan warung rusak belum diperbaiki. Namun pengunjung sudah mulai ramai. Warung yang sudah beroperasi baru milik BUMDesa.

Untuk pengunjung lain disarankan mengikuti jalur dari pertigaan Wangon ke arah utara setelah lampu lalu lintas. Ikuti jalan menuju Gerduren lewat Glempang. Pakai aplikasi pencari lokasi Pertapan Gerduren atau GPS (Gunakan Penduduk Setempat). Karena kalau diceritakan agak membingungkan, jalannya berkelak-kelok, meski sudah beraspal bagus.

Optimisme akan ramai pengunjung ditandai dengan perluasan tempat parkir. Saat saya datang ke sana, ada 2 (dua) kelompok besar yang mengadakan acara. Satu perkumpulan ibu-ibu, satu lagi dari Paguyuban Warga Ngapak (PWN). Sepertinya anggota PWN sudah mudik duluan sebelum larangan mudik ditetapkan.

Tempat parkit cukup luas

Wahana

Memasuki area wisata, kamu bisa melihat aneka bunga sekitar pintu masuk. Pembatas area parkir ditandai dengan patung Ular. Kemudian ada pendopo guna pertemuan. Di sekitar itu ada warung yang menyediakan makanan dan minuman. Tersedia bekal jika kamu ingin naik ke atas ke tempat Pertapan. Bayar tentunya ya.

Selain itu, kamu bisa bermain Egrang (pemainan). Yakni jenis permainan yang menjadikan keseimbangan tubuh sebagai kekuatan. Dimana kamu berjalan menggunakan alat buatan dari bambu. Kemudian ada ayunan, tempat duduk-duduk, dan arena foto.

Saat kamu putuskan untuk naik, saya sarankan untuk membawa bekal air minum yang cukup dan sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari. Saat terik matahari akan membuat baju basah bermandikan keringat. Akan tetapi indahnya pemandangan dari atas akan memanjakan mata. Sebagai buah dari usaha kamu menaiki jalan setapak.

Indah pemandangannya
Aku sampai puncak bukit lho.

Hasil Perjuangan

Lahan yang sekarang dikelola oleh BUMDesa “Usaha Mandiri” adalah buah perjuangan. Pemerintah Desa mengajukan Izin Pemanfaatan Hutan Perhutanan Sosial (IPHPS)ke Perhutani sebagai bagian dari keinginan untuk mensejahterakan masyarakat. Karena selain dimanfaatkan untuk wisata, warga diijinkan menanami tanaman sela. Saat saya berkunjung ke sana, terlihat ada tanaman palawija. Beberapa warga sedang menyiangi rumput diantara tanaman kacang hijau.

Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 39 tahun 2017 tentang Perhutanan Sosial di Wilayah Kerja Perum Perhutani membuka peluang pemanfaatan lahan hutan bagi desa. Namun demikian, perlu edukasi bagi warga tentang kelestarian. Hal ini juga menjadi peluang dan tantangan. Peluang untuk pemanfaatan hutan bagi kesejahteraan, namun tantangan untuk kelestarian alam. Jangan sampai, pemanfaatan lahan justru merusak hutan.

Tanaman Sela.
Pemanfaatan lahan oleh masyarakat.

 

 

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here